| Red-Joss.com | Sesungguhnya, hidup kita adalah perpanjangan waktu. Kita diberi kesempatan dan dipercaya Allah untuk berubah menjadi baik, dan makin baik lagi.
Kini, saatnya kita berubah, sebelum pintu kesempatan itu tertutup, dan hidup ini menjadi sia-sia.
Sadar dan janji pada diri sendiri itu yang pertama dan harus dihidupi, ketika diberi kesempatan agar kita tidak mengecewakan Allah Yang Mahabaik maupun kepada sesama.
Ketika kita sungguh menyesal dan insyaf atas kesalahan yang dibuat, tidak seharusnya kita mengingkari janji dan melanggarnya kembali.
“Jika tidak mau dikecewakan, ya, kita jangan mengewakan orang lain. Terlebih lagi kita melakukan hal itu kepada Allah.”
Janji itu hutang, tidak seharusnya dilanggar, sehingga kita menambah hutang lagi. Janji itu harus dilunasi agar hati ini jadi tentram, dan Allah bahagia.
Begitu pula, saat kita berjanji untuk memperbaiki nilai ujian, taraf hidup, atau agar tidak berbuat dosa lagi
Janji atau bersumpah itu komitmen yang harus dihidupi untuk konsisten dan bertanggungjawab. Tujuannya agar kita tidak melanggar dan mengulang-ulang kesalahan yang sama.
“Apakah hidup kita menuju ke arah yang benar dan semakin baik?”
Selalu mawas diri agar kita tidak ingkar janji. Tapi hidup yang fokus dan terarah menuju perbaikan diri.
Selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam hidup ini, karena kita dikasihi Allah dan agar tidak mengewakan-Nya.
Selalu berjuang dan bertekun doa agar Allah menyempurnakan hasil usaha kita.
Selalu memaknai hidup dengan memberi, karena Allah murah hati.
Sesungguhnya, hidup adalah kesempatan kita untuk mengabdi dan melayani Allah.
Hidup itu persembahan hati untuk memuliakan-Nya.
…
Mas Redjo

