Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham” (Luk 19: 9).
Sebagai seorang kepala pemungut cukai, dalam pandangan masyarakat Yahudi, Zakheus adalah seorang pendosa, pengkhianat bangsa yang memihak pada penjajah. Ketika ia datang pada Yesus, Yesus tidak menghakimi segala dosa yang dilakukannya, tapi menaruh kasih dan kepedulian kepadanya. Perjumpaan dengan Yesus tidak hanya mendekatkannya pada Allah, tetapi membawa perubahan dalam kehidupannya. Ia menyadari segala kesalahannya selama ini dan mau menebusnya dengan mengembalikan kepada orang-orang miskin yang sebelumnya ia rampas. Ia tidak lagi menyayangkan harta dan kekayaannya, karena ia telah menemukan kekayaan sejati, yakni pribadi Yesus yang mengasihi dengan tulus.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, Yesus datang menyapa kita dan dengan kasih-Nya menawarkan rahmat yang kita butuhkan. Tapi Yesus yang tersamar ini sering kali tidak dapat dirasakan kehadiran-Nya oleh karena kesibukan dan fokus kita pada hal-hal duniawi. Kehadiran Yesus hanya dapat dilihat dalam pandangan iman. Kita perlu masuk dalam keheningan hati dan bertekun dalam doa, sehingga kita dapat mengalami perjumpaan dengan Yesus.
Fr. Gaudensius Maria, CSE
Selasa, 18 Nopember 2025
2 Mak 6: 18-31 Mzm 4: 2-7 Luk 19: 1-10
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

