“I may not be perfect, but at least I’m not fake.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Belajarlah menikmati proses tanpa protes. Badan boleh lelah, mata boleh basah, tapi hati jangan menyerah. Ketika jalan yang harus kita lalui terlihat susah, jangan menyerah. Ketika semua suara membuat kamu ragu, tetaplah maju. Ketika semua orang melakukan berbagai macam cara untuk membuat kita jatuh, berdirilah teguh.
Suatu hari nanti, kita pasti bisa melihat kembali dengan bangga akan masa susah itu: masa di mana kita mempunyai pilihan untuk menyerah, tapi menolak untuk pasrah. Masa di mana kita tidak hanya mengumbar kata-kata, tapi membuktikannya dengan tindakan nyata.
Menjadi biasa-biasa itu tidak seburuk apa yang kita pikirkan. Meski jauh dari kata mapan, tapi kita berhasil memaknai hidup dengan sabar dan syukur. Perjuangan itu tidak mengkhianati hasil. Goal itu memang penting. Tapi, bila teropsesi pada hasil itu bukan bahagia diperoleh, tapi penderitaan, kecewa, dan air mata.
Hidup itu berproses, lebih baik kita tidak banyak protes. Tapi ikuti proses itu dengan tiga pilar: syukur-sabar, usaha-berjuang, dan soal hasil itu serahkan pada Tuhan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj.

