Ekaristi adalah Sumber dan Puncak hidup kita sebagai seorang Kristiani. Tanpa Ekaristi hidup rohani ini akan mati.
Dalam Ekaristi, Tuhan Yesus telah memberikan diri-Nya: Siap untuk disantap, diminum, dan siap untuk bersatu dengan hidup kita. Mengenyangkan dan menyegarkan hidup kita. Sekaligus siap untuk membawa kita pada jalan keselamatan.
Dalam Ekaristi, kita hadir dengan diri kita: Hati yang terbuka, bersih, dan hati seorang murid yang taat.
Ekaristi terjadi, ketika Tuhan mengadakan Perjamuan Terakhir di ruang atas (Senakel). Di ruang itu, Tuhan Yesus memberikan kata-kata yang terus dikenangkan. Tidak hanya dikenang, tapi semuanya dihadirkan, sehingga setiap pribadi jadi bagian dari hidup-Nya. Bahkan kita dihidupkan dan diselamatkan.
Yang menarik, setiap merayakan Ekaristi, kita siap untuk “diambil, diangkat, dipecah, dan dibagikan.” Siapa pun kita, tidak ada yang terlewatkan. Sebab kita telah disatukan dalam hidup-Nya. Ketika ada di antara kita yang merasa, bahwa tidak menyatu dengan-Nya saat merayakan Ekaristi, bisa jadi, karena ia tidak pernah bisa membuka hatinya untuk Tuhan. Bisa jadi, ia juga tidak pernah bisa mengerti tentang makna kemuridan dan mengenal Tuhan. Maaf, kekatolikannya hanya untuk pelengkap, bukan sebagai yang utama.
Saat Kamis Putih ini, hadirlah dalam Perayaan Ekaristi. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan tuguran. Tentu ada maksudnya, yaitu supaya kita berhenti sejenak untuk menikmati kebersatuan dengan Tuhan dan yang paling penting adalah kita bisa merasakan penderitaan Tuhan saat di Taman Getzemani.
Dalam liturgi hari ini, memang ditampilkan juga tentang pelayanan total yang disimbolkan dengan pembasuhan kaki. Kita mengambil maknanya untuk keluarga kita, yaitu supaya kita bisa saling membasuh-membersihkan-melayani-membuka diri dan saling mengampuni. Karena keluarga kita memang tidak bersih! Bahkan banyak dari anggota keluarga yang kotor. Untuk itu kita dituntut berani untuk saling membuka diri, melayani, dan saling mengampuni. Tuhan sendiri telah memberikan teladan itu: menerima, mencintai, mengampuni, dan membersihkan kita semua.
Selamat merayakan Hari Raya Kamis Putih!
Tuhan Yesus memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

