| Red-Joss.com | Setiap kali diundang untuk dijamu oleh siapa pun, hal itu merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyediakan waktu, dan berusaha hadir. Karena saya juga menghargai dan menghormati si pengundang itu.
Merasa dihargai dan dihormati itu pula yang seharusnya dimiliki oleh umat Kristiani yang percaya dan mengimani Tuhan Yesus. Kita selalu diundang untuk datang dalam Perjamuan Kasih, Ekaristi.
Kesadaran diri yang harus dihidupi agar kita tidak mengecewakan dan melukai hati Tuhan Yesus yang telah korbankan diri untuk menebus dosa dan keselamatan kita.
Faktanya, sering kali kita abai dan menggunakan alasan pembenaran diri untuk tidak menghadiri Ekaristi.
Dalam Perjamuan Terakhir, kita diingatkan kembali agar tidak abai dan mudah melupakan Tuhan Yesus yang disalib demi kasih-Nya pada kita.
Teladan kasih Tuhan Yesus yang menginspirasi dan harus dihidupi dengan saling melayani dalam keseharian kita. “Untuk membasuh kaki satu dengan yang lain.”
Hal yang tidak mudah, tapi harus jadi motivasi kita yang mengimani-Nya.
Semangat pelayanan itu harus dibangun dari kerendahan hati. Kita meneladani Yesus yang rela rendahkan diri serendah-rendahnya dengan memanggul dan wafat di salib.
Semangat pelayanan yang harus dihidupi untuk senantiasa bersatu dengan Tuhan Yesus lewat Ekaristi Kudus, sekaligus sebagai pewarta dan pelaku sabda-Nya.
Sesungguhnya hidup ini adalah Perjamuan Kasih Allah bagi kita agar kita saling mengasihi satu dengan yang lain.
Perjamuan Kasih yang tiada berakhir, karena Allah adalah kasih!
…
Mas Redjo

