Saat dilahirkan, aku memiliki dua kaki. Selama 48 tahun, kedua kakiku belajar berjalan, lalu berlari, dan sudah berkeliling di mana-mana. Kadang kedua kakiku beristirahat, karena kelelahan.
Setelah 48 tahun, aku kehilangan satu kakiku sebelah kanan. Kakiku harus diamputasi sejak tanggal 6 Maret 2025, karena diabetes. Itu akibat dari pola hidupku yang tidak baik dan pola makanku yang tidak sehat. Semuanya yang mendengar ‘shock’. Kaget. Tidak percaya. Sedih. Bahkan banyak yang menangis. Lalu, mengalir dukungan yang luar biasa: doa, nasihat, penghiburan, kehadiran, dan memberi hadiah-hadiah yang lain. Juga ada pula yang ‘menggurui dan memarahi’. Semuanya itu aku terima sebagai pembelajaran hidup. Aku tidak menyalahkan Tuhan. Aku tidak menyalahkan orang lain. Aku menerima semuanya dan aku harus membayar dengan mahal, karena kecerobohanku.
Selama proses pemulihan ini, Aku merasakan dikelilingi oleh orang-orang yang baik. Hatiku bersyukur dengan penuh gembira. Hatiku selalu berdoa, “Tuhan, Engkau sungguh baik. Berkatilah orang-orang yang baik. Semoga mereka tetap jadi orang-orang yang baik.”
Sudah kurang lebih 5 bulan saya beradaptasi dengan hidup yang baru ini. Tinggal di Rumah Sakit Januario Macau untuk training intensif bersama dengan dua terapis, yang sekarang jadi sahabatku yang baik.
Tahap kedua training sudah aku jalani. Sudah dua hari ini mulai berjalan dengan bantuan kaki palsu yang ‘sementara’. Ke depan, aku harus masih berlatih dan terus berlatih terus.
Aku juga diminta untuk diet. Sekarang, tinggi badanku 173CM dan berat badanku 80.2kg. Sudah mendekati ideal.
Mulai minggu depan, aku akan training untuk berenang supaya otot-ototku makin kuat, sebelum memakai kaki ‘palsuku, yang akan menemaniku berjalan dan berkeliling lagi melanjutkan misi yang belum selesai.
Hari-hari di Rumah Sakit aku isi dengan traning, Ekaristi, membaca buku, melukis dengan metode ‘Nagomi’, dan tetap mengembangkan kemampuan Bahasa Kantonis dan Inggris.
Aku meneruskan perjalanan hidup ini agar semuanya jadi baik. Kita saling mendoakan untuk hal-hal ke depan, juga semoga makin baik.
Tuhan memberkati.
…
Rm Petrus Santoso SCJ

