“Barangsiapa membalas perlakuan jahat orang lain, ia dikalahkan oleh egonya sendiri!” -Mas Redjo
…
Perisai kasih Tuhan itu andalan hidup umat beriman. Dengan perisai kasih-Nya, dijamin hidup kita aman terlindungi.
Salib Tuhan Yesus adalah perisai kasih sejati. Karena dosa kita telah ditebus-Nya agar kita selamat dunia akherat.
Dengan perisai kasih-Nya, saya melangkah pasti menapaki jalan hidup ini untuk fokus kembali kepada Tuhan Sang Pencipta
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yohanes 14: 6) adalah penegasan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat, alias tidak terbantahkan dan harus diikuti oleh umat yang percaya dan mengimani-Nya.
Ketika disakiti, dihujat, dikhianati, dan bahkan difitnah, saya diam. Tidak berarti saya takut, gentar, ciut nyali, dan mundur. Saya mengalah, karena mengutamakan jalan kasih sebagai solusi yang terbaik. Tanpa saling menyakiti dan tidak ada hati yang terluka.
Saya juga tidak takut menghadapi ancaman maut, jika benar.
“Jika ya, hendaklah dikatakan ya; jika tidak, hendaklah dikatakan tidak.”
Karena berani bersikap jujur dan benar adalah kesaksian iman yang harus diutamakan dan dijunjung tinggi oleh kita yang meneladani serta mengikuti Tuhan Yesus.
Berkorban dan mengasihi ikhlas hati adalah jalan kesaksian iman agar kita tidak dikalahkan oleh ego dan keinginan sendiri.
Mengalah itu tidak berarti takut atau kalah, tapi, karena memahami. Dengan mendulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan sendiri, kita mengasihi dan bahagia.
Jadi saksi Tuhan Yesus itu didasari oleh komitmen, konsekuen, dan konsisten dalam menghadapi segala resikonya. Sumbernya adalah kasih. Karena kita sudah diselamatkan oleh salib kasih-Nya.
Jadilah saksi Tuhan Yesus!
…
Mas Redjo

