| Red-Joss.com | Si jahat itu tidak pernah lelah untuk menggoda dan mencobai manusia, supaya kita takluk untuk sujud dan menyembah padanya!
Padahal bagi umat beriman, hanya kepada Allah, kita menyembah dan memuliakan-Nya.
Jika si jahat selalu mencobai kita agar jatuh terpuruk ke dalam dosa, karena iri hati dan benci. Sebab kita bahagia bersama Tuhan Yesus.
“Aku berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya” (Mat 16: 18).
Karena tidak mungkin mengalahkan Gereja, si jahat menyerang keluarga kita alias gereja rumah tangga/mini (ecclesia domestica).
Untuk melindungi anggota keluarga dari gempuran si jahat, kita harus bersatu dan persenjatai diri dengan perisai kasih Tuhan Yesus.
Caranya adalah meneladani Tuhan Yesus, hidup saling mengasihi satu dengan yang lain.
Dengan mengedepankan kasih, kita meminimalkan, bahkan menjauhi masalah, konflik, dan perpecahan yang mungkin timbul, karena emosi, kesalah-pahaman, dan sebagainya. Tapi agar kita saling mengingatkan, menguatkan, dan mendukung untuk keutuhan keluarga
Dengan mengedepankan kasih, kita mendulukan kepentingan keluarga di atas kepentingan sendiri. Untuk saling mengalah, memahami, dan bahagia.
Keluarga yang diperisai kasih dan selalu mengandalkan Tuhan Yesus, dilimpahi damai sejahtera dan bahagia untuk selama-lamanya!
…
Mas Redjo

