Red-Joss.com – Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu pula dengan perilaku buruk
anak itu cermin orangtuanya.
Tidak ada gunanya menyalahkan anak, karena itu tidak mendidik. Bahkan sebaliknya anak merasa bersalah, diadili, dan jadi beban.
Lebih baik, jika kita sebagai orangtuanya berkaca diri. Ketika anak sering membantah, melawan, bahkan tidak mau mendengarkan kata-kata kita berarti ada masalah yang mesti dicari sumbernya.
Sekiranya mau jujur, akar masalah pada anak itu, karena hubungan kita dengan anak yang kurang harmonis!
Jangan kaget, terbelalak, atau merasa disalahkan oleh diri sendiri.
Kekurangharmonisan hubungan kita dengan anak itu muncul, berarti ada suatu masalah serius yang harus dibenahi.
Kita bicara dari hati ke hati dengan anak untuk mencari solusi, lalu merajut hubungan itu agar makin akrab dan mesra kembali.
Disadari atau tidak, umumnya kita berpikir dan beranggapan, bahwa maksud memberi suatu barang itu tujuannya untuk menyenangkan anak. Kita memilihkan teman bergaul, tujuannya untuk menjaga dan melindungi anak agar tidak salah bergaul. Kita menyuruh anak aktif di sekolah, atau mengikuti seabrek kursus agar anak jadi pandai. Dan seterusnya.
Kenyataannya bisa jauh panggang dari api, ketika kita salah dalam memberikan barang, menentukan teman bermain, atau banyak aktivitas di sekolah dan mengikuti kursus.
Alangkah bijak, ketika hendak memberi suatu barang, kita juga berpikir dampak negatifnya pada anak. Misalnya, hp untuk anak TK, motor untuk anak SD, anak disuruh banyak kursus dan aktivitas, dan seterusnya.
Jangan karena ingin memanjakan dan agar anak diam, kita menuruti kemauan anak hingga lepas kontrol.
Jangan karena ingin anak kita berprestasi, lalu memaksa anak ikuti banyak kursus. Padahal kita yang ingin dipuji.
Jangan karena ingin memproteksi anak berlebihan, anak kita ibarat boneka kaca yang mudah pecah, ketika tersenggol atau jatuh.
Dan jangan karena alasan bekerja demi karier dan keluarga, kita lalu menyerahkan wali asuh anak pada ART. Sehingga kita hilang perhatian pada keluarga.
Sehebat dan setinggi apapun prestasi yang kita capai, hal itu tidak ada gunanya, ketika kita kehilangan anak dan keluarga jadi berantakan.
Sejatinya, cinta dan perhatian pada keluarga itu lebih berharga, jika dibandingkan dengan harta dan kemewahan dunia.
Keluarga yang saling mengasihi satu dengan yang lain adalah kekuatan kita untuk hidup damai sejahtera dan bahagia.
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

