Lewat Inkarnasi, Natal mengajarkan kita arti empati yang utuh hadir menemani, merasakan pedih, dan berbuat nyata tanpa pamrih. Natal bukan sekadar tontonan, melainkan inspirasi yang menuntun kita jadi manusia bagi sesama.
Seperti kasih yang dibagikan oleh anak muda dengan 2 karung sarung dan selimut untuk pengungsi yang secara pribadi tidak dia kenal; meski kecil, paket itu adalah wujud doa yang memeluk tubuh para korban bencana dan menghangatkan jiwa mereka di tengah dinginnya derita. Dengan cara itu, anak muda itu mewujudkan “Allah beserta kita” alias Emanuel.
Ibadat sudah usai, tapi roh Natal jangan berhenti.
Salam sehat.
Jlitheng

