“Hai, Gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba!” (Mzm 80: 2a).
Penderitaan sering kali membuat seseorang merasa tertekan, dipenuhi kepahitan dan kemarahan, putus asa dan seolah-olah tidak ada jalan ke luar, menolak Allah, dan mempertanyakan kasih serta keadilan-Nya. Krisis ini terjadi, ketika kita tidak menanggapi penderitaan dengan benar. Sesungguhnya, penderitaan dapat jadi cara untuk mengubah pola pikir kita, membentuk dan mendewasakan kita.
Tuhan selalu mengasihi kita umat-Nya. Ia tidak pernah meninggalkan atau mengabaikan kita. Ia adalah Sang Gembala Agung yang sedang membimbing kita kawanan-Nya. Namun, berhadapan dengan penderitaan dan kesedihan, kita dapat meneladan Pemazmur yang dalam duka dan kesedihannya tetap mengakui Allah sebagai Gembalanya. Ia tetap percaya, bahwa Allah peduli padanya sebagaimana Allah membimbing Yusuf yang tertindas dan dibuang para saudaranya. Ia tetap percaya, bahwa Allah akan peduli padanya dan membimbingnya melewati krisis yang dihadapinya.
Demikian juga kita, dalam iman kita percaya, bahwa di balik segala penderitaan dan kesulitan hidup yang dihadapi itu, Allah mempunyai rencana yang terbaik untuk kita. Mari kita tetap bertekun dalam doa dan memohon kekuatan untuk menjalani peziarahan hidup kita.
Sr. M. Odilia, P. Karm
Sabtu, 24 Januari 2025
2 Sam 1: 1-4.11-12.19.23-27 Mzm 80: 2-3.5-7; Mrk 3: 20-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

