Mat 8 : 28 – 34
“Bila karena salah penafsiran ajaran agamamu, Anda jadi pembenci, pelaku kejahatan dan penghina kemanusiaan, maka duduklah tenang, renungkanlah lalu perbaiki tindakanmu, tata kembali kata dan kalimatmu, serta perbaharui iman dan ajaran agamamu.”
Memang, kalau kita diajari dan diwarisi kebencian terhadap orang lain atau mempertahankan sesuatu yang keliru, tapi dianggap benar, maka hasilnya seperti reaksi orang-orang Gedara terhadap dalam kisah Injil hari ini:* Maka ke luarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka” (ayat 34). Mereka menolak yang baik dan orang baik, tapi memelihara dan hidup berdamai dengan yang jahat dan orang jahat.
Karena itu, inilah yang harus kita lakukan:
- Tanamkanlah dalam hati dan pikiranmu, bahwa yang jahat dan dosa itu salah dan yang benar itu pasti baik;
- Jangan melakukan kejahatan sebagai pembelaan terhadap kebaikan, karena keduanya tidak dapat disandingkan dan disatukan;
- Bukalah mata dan hatimu untuk menerima kebaikan apa pun luka yang ditorehkan dalam dirimu akibat kekeliruan atau kesalahan yang diperbaikinya.
Akhirnya jangan pernah memeluk kejahatan dan dosa, karena pada waktunya akan menghancurkan tubuh, pikiran, dan jiwamu.
Monsignor RD Inno Ngutra

