| Red-Joss.com | Sebagai biji mata untuk umat beriman, hal kedua yang harus dijaga oleh setiap Imam adalah menjamin mutu peran kenabiannya. Mengapa?
Sebagai nabi, seorang Imam (harus) menjadi pendengar sabda Allah dan dengan setia mengajarkannya kepada umat. Seorang Imam (harus) mampu menafsir tanda zaman berdasarkan Firman Allah dan harus menyampaikan sikap kritis profetis kepada umatnya. Peran kenabian tersebut disampaikannya melalui homili di saat merayakan Ekaristi. Homili itu menjadi bagian integral dalam korban Ekaristi yang tujuannya menguduskan umat.
Apa yang dikuduskan? Yang dikuduskan adalah cara berpikir, hati dan sanubari umat Allah agar hidupnya senantiasa sejalan dan berjalan sesuai kehendak Tuhan.
Maka lagunya yang cocok adalah : “Kumau ikut Yesus selamanya (2x), Walau badai silih berganti dalam hidupku, ku tetap ikut Yesus selamanya.”
Konsekuensinya: homili harus bermutu, berdasarkan Sabda Tuhan, dan sesuai tanda-tanda zaman (dan tidak pakai lama).
Sekarang kita tahu mengapa sekolah calon Imam itu lama, karena harus lulus Kitab Suci, tafsirnya dan cara menyampaikannya, demi kudusnya umat.
Salam sehat. Jalan lupa bahagia.
…
Jlitheng

