| Red-Joss.com | Ada orang buta disembuhkan oleh Yesus untuk bisa melihat kembali. “Amin, Puji Tuhan, Alleluia.” Begitulah reaksi kita, ketika mukjizat itu terjadi di tengah-tengah kita.
Ketika kita membaca kisah penyembuhan dalam Kitab Suci, hati kita penuh dengan sukacita. Karena kuasa Tuhan yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit masih terjadi hingga hari ini.
Ada yang minta kesembuhan dari penyakitnya dan benar-benar disembuhkan. Tuhan kita sangat hebat. Tuhan kita sangat luar biasa.
Yang membuat kita tersentuh di setiap kisah penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus adalah sebelum Dia menyembuhkan Dia mengetahui kerinduan dan isi hati dari yang sakit. Tuhan kita bisa menangkap kerinduan setiap jiwa yang membutuhkan kesembuhan dari penyakitnya itu.
Bagaimana jika yang terjadi sebaliknya, bisa melihat, tapi tidak mau melihat, justru semakin membutakan diri? Ini namanya keras kepala.
Contohnya:
- Tidak mau melihat kebutuhan orang lain.
- Tidak mau solider dengan orang lain.
- Tidak punya hati untuk orang lain.
- Juga bahkan sama sekali tidak punya kerinduan untuk tergerak hatinya bisa menolong orang lain.
Untuk mereka ini perlu pertobatan yang total, yaitu pertobatan hatinya. Hatinya yang keras itu harus bisa dilembutkan.
Ya, Tuhan yang hebat, Engkau tidak hanya Sang Penyembuh, tapi sekaligus, Engkau adalah Sang Penuntun Jalan menuju kepada hidup yang terang.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

