Simply da Flores 1.Duduk di sudut rindu imajinasiaku bentangkan jemari kedua tanganlalu coba menghitung jumlah nafasSejak pertama lahir ke duniahingga saat berhenti sejenak di siniTernyata…sudah ribuan bahkan jutaan kali terjadidan mungkin tak pernah mampu aku menghitungnyaDanaku merasakan konyol hina dinadi hadapan angin dan debu“Aku jarang peduli dengan nafaskuAku kurang memelihara alat pernafasankuAku lalai bersyukur atas…
Kategori: SECERCAH SAJAK SEMESTA
Secercah Sajak Semesta – 27
Secercah Sajak Semesta – 26
Menulis Syair Rindu Damba
Simply da Flores 1.Purnama di Pelukan Awan Sepanjang hari …kubawa sebait rindu mencari wajahmuDansaat bertemu angin tenggaradia kabarkan engkau di ujung samudraAku diam tanpa katakarena rindu yang membara Ketika senja melangkah ke istana samudraAku ikut mencarimu purnamaberharap bisa bertemu engkau di sanaTernyata harapanku sia-siaengkau sudah dirangkul awan ke angkasauntuk melukis kalimat asmara Aku menyendiri di…
Secercah Sajak Semesta – 25
Dalam Galau Kebodohanku
Simply da Flores Desah nafasku bersujud mencium debu tanahtumpahkan galau dengan seribu tanyaApa dan siapakah Engkau Ibu Bumi?Desir darahku tengadah takjubkebodohanku menatap sinar cahaya dan kabut gemawanLepaskan sejuta rindu damba doaApa dan siapakah Engkau Bapa Langit Angkasa? Debu tanah terbiasa diam bisuKadang diterbangkan angin badaiSelalu terima semua dalam hening setiaBisa mengganggu penglihatan jika debu memeluk…
Secercah Sajak Semesta – 24
Membaca Warna-warni Potret-ku
Simply da Flores 1.Jemariku menari gesitLangkah anganku terbang bersama anginmenjelajahi padang dan rimba rayatelusuri halaman album potret kisah ceritakuAku temukan potret masa kecilsaat orangtua menulis aneka tradisi dalam pengalamankuDalam rumah ada Ayah Ibu dan kakak adikaku tak pernah minta ada bersama merekaAku dikenalkan dengan sanak saudarakeluarga dari Ayah dan Ibuku“Aku seperti boneka diperlakukan merekakarena itulah…
Secercah Sajak Semesta – 23
Menulis Pesona Pelangi Perjumpaan
Simply da Flores 1.Kemarin…ruang pertemukan aku dan kau jadi kitaSeribu kisah tertulis dalam jiwa ragaKita sahabat mengejar mimpi-mimpiKita hanya anak-anak rindu dambayang mengemis waktu merenda esokAgar bisa jadi apa dan siapadengan sebakul kisah tradisidengan segenggam cita untuk bertemu esok 2.Aku dan engkau melukis takdirAda yang sudah selesai mengembaraKita masih berkelana menganyam pribadi di mana-manaPerjalanan jadi…
Secercah Sajak Semesta – 22
Sang Gadis Merayu Angin
Simply da Flores Butir-butir pasir di hamparan pantaimengukir kembara telapak anganyang menari gesit di pelataran rindu dambaseorang gadis cantik berbusana cahayaMungkin dia Putri Mentari dan Ratu Rembulanyang tersesat di belantata zaman Gadis itu telah menelusuri gunung, bukit, dan lembahsudah menjumpai aneka sosok di dusun, kampung, dan kotaIa mengembara ke delapan penjuru buanaTerus mencari dan bertanyameramu…
Secercah Sajak Semesta -21
Menjadi ‘Bocah Angin’
Simply da Flores Aku selalu berkelanakarena itulah takdir pribadikuAku tidak tahu dari mana aku datangAku tidak paham ke mana akan pergiEntah siapa yang menggerakan diriku Aku selalu mengembaramungkin sekejab berhenti bercandatetapi pasti melangkah pergi lagiPondok, gubuk, tenda aku tak punyaapalagi istana megah jadi milikAku mampu singgah di mana puntapi tak miliki satu pun Sebagai pengembaraaku…







