Mentari pagi biaskan cahayabangunkan insan dari pelukan malamSatu hari baru lagi terjadimelukis kisah menulis cerita realitaAntara fakta dan misteribagi dinamika ziarah manusiaAngin semilir membawa Srikandi Penjelajahdari laut selatan ke Tugu ProklamasiAku sudah menantinya di bangku pelataranPagi yang cerah disambut nyanyian burung dan tarian dedaunan hijau Setelah meneguk kopi dan teh hangatagenda hari ini pun disepakatiSrikandi…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir – 321
Serpihan Jejak Musyafir – 320
Menanti Kereta Rindu dari Yogya
Simply da Flores … Sudah seringkali dia menumpang keretaantara Yogyakarta dan Jakartaantara harapan dan kepastianantara perjuangan dan kebutuhanantara mimpi dan fakta realitaantara suka duka dan rindu dambaYogyakarta dapur jiwa raga dimasakuntuk merenda harapan masa depanJakarta kanvas melukis kehidupanuntuk terus ada dan menjadiuntuk menoreh warna-warni makna Sudah ribuan rindu ditabur jiwa ragaantara Yogyakarta dan JakartaSudah jutaan…
Serpihan Jejak Musyafir – 319
Para Bocah, Pasir Pantai dan Samudra
Simply da Flores … 1.Bermain Kepolosan Sang Nenek dan orangtua para bocahdatang berekreasi ke pantaiAngin samudra sepoi menari membelaipara bocah telanjang badan sukacitaBadannya dilumuri pasir lautananeka angan dilukis di hamparan pasirMereka berkejaran memeluk ombaksamudra dianggap bentangan kasurTak peduli gelombang datang menghempasKreasi bocah dalam energi kepolosanTetapiSang Nenek dan orangtua menghadang dengan kecemasankarena pengalaman dan pengetahuan 2.Nyanyian…
Serpihan Jejak Musyafir – 318
Merekam Amanah Ibu Pertiwi
Simply da Flores … Wahai manusia sekalianYang menjadi pejabat pemerintahandengan kuasa dan senjataYang menjadi pemodal dan pengusahadengan kekayaan uang dan iptek dengan sistem dan kepintaranmuKalian bekerjasama menguasai sumber daya alamlalu membabat hutan mengoyak perut bumiKalian mengatur rakyat bangsa ini dengan sumpah palsu janji bohongdemi kelanggengan kursi kekuasaandemi keuntungan modal dan gengsimuSedangkan…rakyat lara menderita dan meranamasyarakat…
Serpihan Jejak Musyafir – 317
Memoar Tujuh Pertemuan -3
Memaknai Arti Kelana Hidup
Kami bertemu di kebun raya BogorSrikandi Penjelajah itu turun dari arah puncak setelah menjelajah lintas pegunungan di tatar SundaAku datang dari deru metropolitanbelajar merasakan derap perjuangan hidup modernSejuknya Kebun Raya dengan aneka kisahdari zaman Kerajaan hingga Kompenidari zaman awal merdeka NKRI hingga zaman milenialterpatri di sungai yang mengalir jernihtercatat di jalanan aspal dan setapakterukir di…
Serpihan Jejak Musyafir – 316
Berguru pada Hutan Bambu
Simply da Flores … Berjalan menjelajahi warna-warni nasibhari ini sampai di hutan bambuAda angin memetik melodi di dedaunanAda burung bernyanyi di tangga pepohonanAda satwa berlarian di dada semakAda riuh gemericik air sungai mengalirHamparan batu diam tenang menyimakAku rebahkan lelah di antara bebatuanBeberapa sahabat bersandar di pelukan akar berjejerYang lain tergeletak di hamparan daun keringDatang belajar…
Serpihan Jejak Musyafir – 315
Ketika Paus Mempesona Seniman -3
Simply da Flores … Sang hamba para hamba itu‘Servus Servorum Dei’yang meneruskan tugas kegembalaan PetrusDihormati para pemimpin duniaDidoakan umat Katolik seduniaKarena Paus itu pemimpin umat KatolikKarena Paus itu Kepala Negara VatikanBahkanSering disebut “Bapa Suci”karena kesahajaan iman dan doanyakarena setiap hari didoakan umatnya Dari publikasi sosial mediaternyata ada juga karya lukisan lainsebagai ekspresi menyambut kedatangan Pausyang…







