Oleh Simply da Flores Red-Joss.com – Dalam tradisi adat budaya kampung, relasi dengan alam semesta adalah sakral. Alam disapa dengan nama dan pribadi. Bumi ini Ibu, Langit adalah Bapak, segala isinya adalah saudara-saudari. Ada kepercayaan, bahwa manusia berasal dari alam lingkungan, maka ada totem dan tabu setiap suku. Isi alam dipakai dengan memohon izin, yang…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Puing Kampung – 05
Serpihan Puing Kampung-04
Bangunan Ritual dan Modernisasi
Oleh Simply da Flores Red-Joss.com – Sebagai bukti sejarah tempo doeloe, ada sejumlah kampung tua dari komunitas adat budaya di Nusantara, bisa dijumpai bangunan ritual. Ada megalitik, menhir, punden berundak, juga kubur batu leluhur. Sebagian dari bangunan itu masih dihormati dengan ritual adat, tapi kebanyakan hanya bisu sebagai jejak masa lalu. Pemangku adatnya “dipensiunkan zaman”. Ada…
Serpihan Puing Kampung – 03
Pertemuan Internasional Kampung di Bali
Oleh Simply da Flores Red-Joss.com – KTT G20, baru selesai digelar di Pulau Dewata, Bali. Para pemimpin negara G20 hadir, tamu undangan dan semua tim pendukung datang dalam acara bergengsi itu. Indonesia sukses menjadi tuan rumah dan mengemban tugas presidensi 2022. Saya sebut sebagai “Pertemuan Internasional Kampung”. Ada ribuan pribadi dari berbagai model Kampung lintas…
Serpihan Puing Kampung – 02
Anak Kampung dan Kilau Digital
Oleh Simply da Flores Red-Joss.com – Komunitas kampung berkembang sesuai konteksnya. Anak-anak pun terlahir dan alami fakta zaman. Sekarang ada jalan, transportasi, sekolah, listrik dan sarana komunikasi digital. Mengakar ke tradisi identitas budaya baru mulai, saat yang sama diserbu gelombang tsunami informasi dari sarana komunikasi digital milenial. Anak-anak kampung, terlempar ke tengah samudera kehidupan dengan…
Serpihan Puing Kampung – 01
Pada Mulanya Kampung
Oleh Simply da Flores Red-Joss.com – Setiap manusia terlahir dengan dimensi sosial. Setiap pribadi ada dari yang lain, ada bersama yang lain, dan ada untuk yang lain. Satuan sosial terkecil adalah keluarga, ibu bapa anak. Lalu, ada perubahan kesadaran sosial dan lahirlah “kampung” – kelompok sosial yang menetap. Dari nature yang nomaden, menjadi “commune” yang…





