Simply da Flores … Baru sedikit kubelajar mengetahuiTentang siapa aku dan sesama InsaniNamunRasanya lelah dan sering tertipu Kata tak sesuai faktaKulit tidak seperti isiApalagi zaman nowdengan aneka pesona kemasandan gemerlap warna-warni Mata, rasa dan pikiranbisa terbius dan tertipuLaluhati nurani menangis larasukma jiwa luka menderitaKarenakata cinta berisi tubakata sayang berisi malangkata kasih berisi belati Aku mau…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir -8
Serpihan Jejak Musyafir -7
Sayap-sayap Jiwa
Simply da Flores … Kulihat garuda mengepakkan sayap melerai awanTerjang seribu badai raih harapan Kupandangi rajawali terbangmenyibak luas angkasa biruMencakar wajah mentari kalbu Kukepakkan sayap-sayap jiwalintasi belantara misteri rambutkuIngin kuhitung berapa jumlahnyadan kupandangi wajahku tanpa cermin Kuterbang dengan sayap-sayap jiwaIngin meraih jawaban di dasar samudramemetik bulir cahaya angkasaagar kusemat dalam nalarku Sayap-sayap jiwamembawaku meraih relung…
Serpihan Jejak Musyafir -6
Berkaca pada Angin
Simply da Flores … Aku menulis kasih di hamparan pasir pantaidan ombak datang menelannyabawa pergi ke pelataran samudraApakah cinta itu pasir dan buih ombak? Aku melukis cinta di lembaran langitbulan bintang tersenyum melihatkuawan hitam datang merenggutnyaentah ke mana dibawa pergiApakah cinta itu awan dan angkasa? Aku tatap mentari pagiSejuta cahaya harapan menyinarijiwa raga penuh harapan…
Serpihan Jejak Musyafir -5
Berkelana Menenun Waktu
Simply da Flores … Selaksa helai benang ditabur waktuAda yang di langit angkasaAda yang bentangan samuderaAda yang hamparan bumi tanahDanAku juga helai benang waktu Setiap detik kutarik benang waktukubawa menenun jiwa ragakudalam aliran desah nafaskudalam desiran deras darahkuAku berkelana dalam waktu Suka duka terus jadi warna-warnidalam langkah menenun pribadiFakta dan harapan terus terjadimisteri dan jawaban…
Serpihan Jejak Musyafir -4
Disebut Gila dan Tergila-Gila
Simply da Flores … Temanku bilang‘engkau gila ya…koq ke mana-mana membawa buku dan alat tulis…’LaluKujawab dengan senyummeskipun ada rasa kesal Temanku menertawakan aku dan berkata“Koq kamu gila ya,Bicara sendiri dan selalu menulisApa sih yang ditulisUntuk siapa ditulis”Kudengarkan dengan diamheran dan kasihan padanya Memang,Aku seperti kata diatetapi dia tidak seperti akukarena dia hanya memberitahu dirinyakarena dia…
Serpihan Jejak Musyafir-3
Bersimpuh di Pusara Cinta
Simply da Flores Saat bersimpuh di pelataran waktusuara kedua telapakku berbisik lirih“Kami telah digendong selaksa tanganKami selalu dipangku para pendahuluTangan kasih suka dukaPangkuan makna fakta kehidupan”Aku heran dan termanguaku diam dalam hening sukma jiwaku Aku coba merenunglalu kembali bertanya sendiriApa makna suara telapakkuApa artinya untaian kata ituDankembali kakiku lirih berkata“Di atas tanah ini terkuburjutaan dan…
Serpihan Jejak Musyafir-2
Menyibak Tirai Takutku
Simply da Flores Engkau sering mencengkram dirikusaat aku ingin berkelana jauh Engkau juga penjarakan akudengan tembok dan jeruji tajamSampai aku tak bisa terpejamseperti menatap gulita malam Wahai ketakutanmengapa penuhi nalar dan rasakumengapa selubungi sanubari jiwakumengapa mendera ragaku…? Hari ini…telah kumiliki tajam kuku nalaruntuk sobek belenggumuuntuk sibak tiraimu“Aku takut kehilangan apa dan siapa” Hati sanubari bisikan…







