Simply da Flores … Engkau tuliskan serpihan pengalamanpada aneka potret kehidupanJejak langkah perjuanganmencampur air mata dan senyumanmerajut warna-warni maknamelukis fakta dan harapanmenyanyikan syair lagu kenanganmemainkan melodi rindu dambaPada angin dan desah nafasPada aliran desir darahyang terus ada dan terjadiyang bersemi silih berganti Pada sosok wajahmuada aneka ekspresi relasiyang telah datang dan pergiada perempuan dan lelakiada…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir – 25
Serpihan Jejak Musyafir -24
Melukis Potret Diri
Simply da Flores … Tetes air jatuh dari pelupuk jiwakusatu persatu jadi sungai kolamdanmengalir nyanyian sanubariWarna-warni suka duka Kuambil dan kurangkaipada kanvas jejak kelanaKulukis wajahku sendiriKugores sosok rasa nuraniKupatrikan damba jiwa pribadiKuwarnai seperti pelangiDanaku rapikan dengan bingkaipada setiap dinding hari Aku kagum dan diammenatap lukisan potret diriyang ternyata belum selesaiyang tampaknya misteriyang terus mengusik inspirasiyang…
Serpihan Jejak Musyafir – 23
Mantra Kembang Putih Melati
Simply da Flores … Aroma wangi misteriberlari dari bibir melatimengembara meraih hariyang sedang mengejar hari Pada putihnya melatiAda ayat gaib rindu sanubariSeperti gema mantra semestadibacakan buih ombak samudrakepada jutaan pasir pantai Setiap hari siang tanpa lelahdengan cinta paling misteriSetiap malam tanpa letihdengan kasih paling ajaib Gelombang samudra menerawangmengejar langkah awan mengembaraAntara fakta kehidupan insandan gelora…
Serpihan Jejak Musyafir – 22
Serpihan Puing Rinduku
Simply da Flores … Udara panas membakarTetes-tetes air di muara hatimembasahi bibir kering DanAku melangkah mengejar ombakdi bibir samudraPergi datang tak pernah lelah Ketika kulihat bekas jejak di pasirTernyata sudah lenyap disapu ombakPengalaman ditelan samudraKisah cerita suka dukadisimpan rahim bumi Batu karang tersenyumMelihat telapak kaki letihmenyusuri lorong kampung desa hingga metropolitanmengejar asa yang terbangmenari bersama…
Serpihan Jejak Musyafir – 21
Sajak Darah, Tulang dan Tengkorak
Simply da Flores … Kami darah yang menetes oleh telapak bengis kuasamu Kami darah yang mengalir oleh tajam jemari jabatanmu Kami darah yang kering menghilang oleh senjata dan uangmu Debu tanah telah mencatat pasti Langit melihat tak bisa ditipu Ayat-ayat derita lara kami terus berteriak menggugat padamu Atas nama kebenaran asali “Kita sesama saudara hakiki”…
Serpihan Jejak Musyafir – 20
Kelana Tak Ada Ujung
Simply da Flores … Pagi ini kubertemu lagi dan bertanya pada Sang Mentari “dari mana engkau datang, setiap hari terus berkelana pancarkan selaksa berkas cahaya menerangi alam jagat semesta Mengapa tak pernah berhenti Apakah tak pernah lelah” Sang mentari heran mendengarku dan dengan lirih menjawab “Aku seperti dua matamu Bisa terbuka dan melihat Bisa tertutup…
Serpihan Jejak Musyafir -29
Kisah Kopi Panas dan Fajar Pagi
Simply da Flores … Sambil mengisap rokok kretek kududuk di halaman pondok bambu Kudengarkan gurauan uap kopi dan berkas cahaya fajar pagi Sambil menyalami sang cahaya Uap kopi lontarkan kata canda “Hai, sahabat Mengapa engkau tak lelah berkelana selalu setia pancarkan cahayamu pada alam semesta dan manusia Padahal banyak yang tidak peduli apalagi syukuri manfaat…







