Simply da Flores … Pagi ini kubertemu lagi dan bertanya pada Sang Mentari “dari mana engkau datang, setiap hari terus berkelana pancarkan selaksa berkas cahaya menerangi alam jagat semesta Mengapa tak pernah berhenti Apakah tak pernah lelah” Sang mentari heran mendengarku dan dengan lirih menjawab “Aku seperti dua matamu Bisa terbuka dan melihat Bisa tertutup…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir – 20
Serpihan Jejak Musyafir -29
Kisah Kopi Panas dan Fajar Pagi
Simply da Flores … Sambil mengisap rokok kretek kududuk di halaman pondok bambu Kudengarkan gurauan uap kopi dan berkas cahaya fajar pagi Sambil menyalami sang cahaya Uap kopi lontarkan kata canda “Hai, sahabat Mengapa engkau tak lelah berkelana selalu setia pancarkan cahayamu pada alam semesta dan manusia Padahal banyak yang tidak peduli apalagi syukuri manfaat…
Serpihan Jejak Musyafir -28
Orang-orang Terbuang
Simply da Flores … Para perempuan paruh baya berjalan melintasi kampung dan kota dengan busana adat tradisinya Langkahnya dipandu cahaya mentari membawa amanah leluhur tradisi untuk dibagi kepada generasi Namun selalu tak mau ditemui para kerabat dan relasi juga putra-putri generasi Karena dianggap kuno dan tak bergengsi “Mereka Putri Cahaya Mentari” Para lelaki telanjang kaki…
Serpihan Jejak Musyafir – 27
Parade Topeng-topeng Zaman
Simply da Flores … Orang-orang berlomba hasrat berjalan dan berlari-lari di bawah terik siang bolong Menyusuri dusun, kampung dan kota dengan wajah ditutupi topeng dan tubuh berbalut aneka bendera Mereka menyalakan lilin, pelita, dan senter agar bisa terangi hari siang agar yakinkan rakyat yang diam Bahwa hari sedang gelap gulita maka harus ikuti kata mereka…
Serpihan Jejak Musyafir -26
Doa Untuk Rakyat Rempang
Simply da Flores … Wahai saudaraku di Pulau Rempangangin telah kabarkan nasibmugelombang beritakan lara deritamuawan kisahkan geliat perjuanganmuMembela harkat martabat pribadimudi tempat tumpah darahmudi tanah lahir warisan leluhurmudi rumah kampung halamanmudi kebun ladang sumber rezekimudi rahimmu bumi Pulau RempangKepada lara deritamuhanya kutulis ayat doa sahajasebagai getaran belarasa pada nasibmu Pada terik cahaya mentarikumohon sinari nalar…
Serpihan Jejak Musyafir -25
Membangun Rumah Di Awan
Simply da Flores … Sering berkelahi dengan waktumengejar mimpi tak kesampaiangagal meraih angan dan harapanTernyata karena telapak melayangjauh dari fakta debu tanahKarenadibawa terbang selera rasamelukis mimpi di telapak tangankuKarena sering terbius matakuoleh silau gemerlap fatamorganayang disebar aneka mediadalam cahaya penuh pesona Aku membangun rumah di awanagar telapak tak dilumuri lumpuragar jemari tak dikotori tanahagar raga…
Serpihan Jejak Musyafir -24
Berlari Menjauhi Bayangan
Simply da Flores … Berdiri menelisik di depan cerminKupandangi seluruh sosok ragakuKuperhatikan lekak lekuk tubuhdan selalu ada tanya dan hasratAgar bisa seperti dia dan merekaModel rambut dan wajahBentuk otot kaki dan tanganjuga bagian tubuh lainnyaAku ingin lari dari ragakukarena tidak seperti mereka Duduk tertegun di batu karangyang kokoh di pesisir pantaiKupandangi gelora ombak gelombangdan berkaca…







