Simply da Flores … Barisan para koruptor tersenyumtangan diborgol berpakaian napibergaya kaca mata hitamBerkata-kata penuh keyakinanmenjawab pertanyaan para wartawanBerlangkah gagah tanpa bebankarena korupsi adalah agamanyayang dihayati penuh imansebagai kebenaran yang menyelamatkandirinya, keluarganya dan para sahabatnya Para maling dan pencuri tertawaEntah saat berpesta dan tertangkapEntah saat menjalankan aksinyaEntah di depan para jurnalisEntah di layar media sosialKarena…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir – 35
Serpihan Jejak Musyafir – 34
Engkau: Satu dalam Segalanya
Simply da Flores … Wahai gadiskuEngkau itu pagi merekahdengan senyum ceria menggodabelai embun di dedaunan hijaupeluk burung terbang bercandaHangatkan raga sanubari dinginPanaskan rasa jiwa yang membekuGerakkan langkah kaki berlariSemangati jemari tangan menariawali hari dengan merajut arti Wahai saudarikuEngkau terik yang jadi energipacu jantungku berdebar pastibakar semangat nafasku memburuAlirkan keringat perjuangkan waktuagar ada tulisan kata bermaknaagar…
Serpihan Jejak Musyafir – 33
Meruwat Takdir Generasi
Simply da Flores … Kami duduk berduaAku Ibunya dan dia putrikusedang membaca halaman cintaCatatan tanya misteri generasidalam buku kodrat pribadidi pendopo cafe waktu Teguk-teguk kisah ceritamelebur dalam pekatnya kopi pahitmenjalar dalam rasa tak terucapbeberapa jajanan jadi sobat seleraMenyatu dalam ruwatan kasih Langit menyulut apibiaskan pesona warna-warnimelebur dalam jemariabadikan pada layar maya sukmaPesan sabda alam semestajawaban…
Serpihan Jejak Musyafir – 31
Merangkai Secercah Cahaya
Simply da Flores … Dari bening mata sang bocahaku diajak menyusuri lorong kisahnyaBerliku, remang, berkelok, gulitatanpa kata bertebaran tandaNamunsulit dikenali dalam remang gulitaNasib seorang gadis belia Pada sebuah sudut lorongada tempat menyapa remangLalumuncul sosok wajah Ibunyamau bersalaman tanpa kataSedangkan gema suara Ayahnyasayup di rahim gulitakarena sekian tahun telah tiada Sukma jiwa gadis belia inimemegang erat…
Serpihan Jejak Musyafir – 30
Menggugat Rindu Damba Cinta
Simply da Flores … Kata-kata hati bergelora ke pantaiSudah kutulis ayat rindu dambapada setiap halaman buih ombakagar raih pelataran jiwadan sampaikan syair cintaNamunengkau diam seperti pasirEntahAku pun tak mengerti Kutanya pada gelora samudratentang rasa dan dambatentang cita dan cintatentang fakta dan rahasiaMengapa tanya merasuk jiwaDimana kutemukan jawabannya Pasir dan buih ombakadalah nyanyian misteri abadiLagu gelombang…
Serpihan Jejak Musyafir -29
Menyulut Nyala Api
Simply da Flores … Ada bara api alamidibagi kepada setiap pribadisejak awal hadir di bumiBara api kasih abadiNyala api cinta hakikiuntuk dibagi kepada sesama insani Bara api itu terangi nafasberkelana mengejar roda waktuNatal api itu membakar darahberziarah melintasi jarak ruangNamunsoal disadari dan dimaknaisungguh tergantung setiap pribadi Ketika hadapi onak duriKunyalakan bara api kasihagar bisa halau…
Serpihan Jejak Musyafir – 28
Melukis Sepasang Mata Indah
(untuk Sang Pelukis dan Pemiliknya) … Simply da Flores … Ketika langkahku tiba di rumahmuaku terkejut dan kebingungankarena pintumu tertutup rapatdan tak ada yang menyahutketika coba kuketuk memanggilNamunada jendela jiwamu terbuka lebardan aku bisa memandangnyaKedua bola mata indahmembawaku berkelana jauhmenyusuri ruang-ruang pribadimu Saat hendak pulangEngkau buka pintu rumahmu lebardan aku semakin terpesonaberlangkah membawa pesan makna“Pulang…







