Jejak langkahku belum seberapa, jika dibandingkan dengan mereka yang sudah memutih rambutnya atau yang sudah tipis rambutnya. Meskipun demikian, aku pantas untuk sujud menyembah-Nya dengan segala kesadaran yang kumiliki. Kubuka mataku dengan lebar, Tuhan telah bekerja dengan memanggilku jadi Imam. Kubuka hatiku dengan lebar, Tuhan telah mencurahkan kasih-Nya tanpa pernah mengering. Aku juga membuka pikiranku…
Kategori: RM. PETRUS SANTOSO, SCJ
Allah Meraja di Hati
Jika kita tetap bisa berbahagia di tengah-tengah orang yang tidak berbahagia, itu berarti aura positif kita amat kuat. Jika kita tetap bertahan tidak tergoda untuk berbuat dosa di tengah-tengah orang yang banyak berbuat dosa, itu berarti iman kita teguh. Kita tahu dan memahami pentingnya jalan keselamatan. Jika kita tetap bersabar dan tidak marah di tengah-tengah…
Lihatlah, Anak Domba Allah …!
Apa yang dirindukan dengan setia dan tekun dicari, maka datang juga apa yang selama ini dicarinya. Itulah buah dari kesetiaan dan ketekunan. Memang prosesnya tidak mudah. Dia harus kreatif, rela berkorban, dan harus memberikan waktu yang cukup. Itulah yang terjadi dengan murid-murid Yohanes Pembaptis yang berjumpa dengan Yesus, Sang Anak Domba Allah. Oleh Yohanes Pembaptis,…
Tidak Mudah Melupakan Kesalahan
Tolong tunjuk jari yang tidak pernah melakukan kesalahan? Tidak ada yang berani tunjuk jari. Artinya, kita semua pernah melakukan suatu kesalahan. Jika kesalahan itu mudah dilupakan, memang tidak ada beban. Jika kesalahan itu diingat terus-menerus, maka akan terbawa ke mana-mana, sehingga membebani. Ketika melakukan kesalahan, aku berkata pada diri sendiri, “Jangan diulangi.” Jika tergoda untuk…
Memahami Bahasa Diam
Aku duduk di Kapel. Kupandang Tabernakel. Ada lampu bernyala di dekat Tabernakel. Di dalamnya Tuhan Yesus bertahta. Tidak ada kata-kata bersuara. Doaku tersusun rapi dalam batin. Kusebut nama-nama yang kudoakan. Dalam diam, jiwaku tetap bergetar. Hawa di sekitar hatiku hangat. Pikiranku tenang. Nafasku teratur. Intinya: seluruh tubuh dan rohku menyatu dengan baik. Diamku hanya dengan…
Memahami Dengan Bijaksana
Mengenal diri sendiri dan mengenal orang lain itu sama-sama dibutuhkan kebijaksanaan. Jangan sampai pengenalan kita itu salah. Jadi untuk mengenal diri sendiri dan orang lain itu dibutuhkan kepekaan, ketajaman, dan kerendahan hati. Kita harus objektif, yang salah itu dikatakan salah, dan yang benar itu dikatakan benar. Kita diberi contoh dari orang yang sangat bijaksana, sehingga…
Rasa Bahagia
Rasa bahagia itu sudah kurasakan. Sudah terbayangkan, karena aku akan berjumpa dengan keluarga, tetangga, dan sahabat. Berjumpa dengan mereka yang kukenal, mengenalku dan yang amat mengasihiku. Rasa bahagia itu begitu nyata. Dirasakan pertama-tama, karena kita mempunyai kenangan yang indah dengan keluarga, tetangga, dan sahabat yang kukenal, yang mengenalku, dan yang amat mengasihiku. Rasa bahagia itu…







