Kategori: RM. PETRUS SANTOSO, SCJ

Alfa dan Omega

“Dari Tuhan,” berarti diri kita telah dilahirkan, diberi kesempatan hidup dan diminta bersyukur, karena telah diberikan kehidupan di dunia ini. Bagaimana hidup yang diberikan ini mempunyai arti. Kita yang harus bertanggung jawab dan yang mempertanggungjawabkannya. “Untuk Tuhan,” berarti diri kita harus tahu bagaimana caranya untuk mengucap-syukur di hadapan-Nya. Lihat,...

Berkata-kata Jujur

Hidupmu bisa dinilai dari kata-katamu. Berkata-katalah yang jujur, sehingga mulutmu terjaga dengan baik. Kata-katamu adalah buah yang dihasilkan dari hatimu. Jangan salahkan seseorang, jika mereka tidak suka denganmu, karena kata-katamu yang tidak baik. Semakin jujur kata-katamu, maka hidupmu membawa berkat bagi orang lain. … Rm. Petrus Santoso SCJ...

Panggilan Hidup Kekudusan

Sebelum bermeditasi aku memohon kepada Tuhan, “Yesus, bantu aku lebih memahami jalan-Mu.” Setelah membaca Kitab Suci dan meditasi, aku mendapatkan inspirasi untuk menuntun mereka yang mau memahami kebenaran Sabda Tuhan dan berani hidup bagi kemuliaan-Nya. Kini hatiku bahagia sekali. Karena Sabda-Nya tidak perlu ditafsirkan dengan jlimet. Tapi cukup dibaca...

Roh Tuhan ada Pada-Ku

Jika kita menyadari, bahwa Roh Kudus itu menuntun hidup kita berarti kita harus taat. Mengapa? Roh Kudus itu aktif mengingatkan, ketika kita mulai tidak taat. Kadang, ketika diingatkan oleh orang lain, kita menyepelekan. Tapi ketika diingatkan oleh Roh Kudus, kita harus taat. Indikasi, bahwa kita taat kepada tuntunan Roh...

Tanda Kehadiran-Nya

Kita sudah mempunyai tanda. Kita tidak memerlukan tanda yang lain. Sekarang, yang dibutuhkan adalah, bagaimana kita makin percaya kepada Dia yang telah memberikan tanda itu, makin dekat kepada-Nya dan bertindak seperti diri-Nya yang telah mencintai kita apa adanya. “… dan ada sesuatu yang lebih besar dari Yunus di sini....

Apa Adanya

Tidak usah berpura-pura baik. Sebab kebaikan itu tidak dinilai diri sendiri, tapi oleh orang lain. Tidak usah berpura-pura tegar. Sebab ketegaran itu tidak bisa ditutupi dengan berpura-pura tersenyum. Tapi, ketika persoalan itu datang, kita harus bisa menguatkan dan memotivasi diri sendiri. Tidak usah berpura-pura jadi orang yang hebat. Sebab...

Rasa yang Terdalam

Jika rasa yang terdalam itu adalah ‘luka’, maka selamanya akan terluka. Jika rasa yang terdalam itu adalah ‘benci’, maka rasa benci itu akan dibawa ke mana-mana. Jika rasa terdalam itu ‘kemarahan’, maka kemarahan itu bisa muncul kapan saja. Jika rasa terdalam itu ‘kehilangan’, maka rasa itu akan membuat kita...

Berkat Pembaptisan

Kuterima berkat pembaptisanku sebagai Murid Tuhan Yesus dan kuhidupi dalam kesaksianku sebagai murid-Nya. Sebagaimana sudah kita hayati, bahwa melalui pembaptisan yang telah kita terima (dewasa atau bayi), kita mendapatkan rahmat ini: Seiring dengan berjalannya waktu, sebagai murid-murid Tuhan Yesus, kita terus memuji (Liturgia), mewartakan (Kyrigma), bersekutu (Koinonia), melayani (Diakonia)...

Sujud Sembahku

Jejak langkahku belum seberapa, jika dibandingkan dengan mereka yang sudah memutih rambutnya atau yang sudah tipis rambutnya. Meskipun demikian, aku pantas untuk sujud menyembah-Nya dengan segala kesadaran yang kumiliki. Kubuka mataku dengan lebar, Tuhan telah bekerja dengan memanggilku jadi Imam. Kubuka hatiku dengan lebar, Tuhan telah mencurahkan kasih-Nya tanpa...

Allah Meraja di Hati

Jika kita tetap bisa berbahagia di tengah-tengah orang yang tidak berbahagia, itu berarti aura positif kita amat kuat. Jika kita tetap bertahan tidak tergoda untuk berbuat dosa di tengah-tengah orang yang banyak berbuat dosa, itu berarti iman kita teguh. Kita tahu dan memahami pentingnya jalan keselamatan. Jika kita tetap...

Lihatlah, Anak Domba Allah …!

Apa yang dirindukan dengan setia dan tekun dicari, maka datang juga apa yang selama ini dicarinya. Itulah buah dari kesetiaan dan ketekunan. Memang prosesnya tidak mudah. Dia harus kreatif, rela berkorban, dan harus memberikan waktu yang cukup. Itulah yang terjadi dengan murid-murid Yohanes Pembaptis yang berjumpa dengan Yesus, Sang...

Tidak Mudah Melupakan Kesalahan

Tolong tunjuk jari yang tidak pernah melakukan kesalahan? Tidak ada yang berani tunjuk jari. Artinya, kita semua pernah melakukan suatu kesalahan. Jika kesalahan itu mudah dilupakan, memang tidak ada beban. Jika kesalahan itu diingat terus-menerus, maka akan terbawa ke mana-mana, sehingga membebani. Ketika melakukan kesalahan, aku berkata pada diri...

Memahami Bahasa Diam

Aku duduk di Kapel. Kupandang Tabernakel. Ada lampu bernyala di dekat Tabernakel. Di dalamnya Tuhan Yesus bertahta. Tidak ada kata-kata bersuara. Doaku tersusun rapi dalam batin. Kusebut nama-nama yang kudoakan. Dalam diam, jiwaku tetap bergetar. Hawa di sekitar hatiku hangat. Pikiranku tenang. Nafasku teratur. Intinya: seluruh tubuh dan rohku...

Memahami Dengan Bijaksana

Mengenal diri sendiri dan mengenal orang lain itu sama-sama dibutuhkan kebijaksanaan. Jangan sampai pengenalan kita itu salah. Jadi untuk mengenal diri sendiri dan orang lain itu dibutuhkan kepekaan, ketajaman, dan kerendahan hati. Kita harus objektif, yang salah itu dikatakan salah, dan yang benar itu dikatakan benar. Kita diberi contoh...

Rasa Bahagia

Rasa bahagia itu sudah kurasakan. Sudah terbayangkan, karena aku akan berjumpa dengan keluarga, tetangga, dan sahabat. Berjumpa dengan mereka yang kukenal, mengenalku dan yang amat mengasihiku. Rasa bahagia itu begitu nyata. Dirasakan pertama-tama, karena kita mempunyai kenangan yang indah dengan keluarga, tetangga, dan sahabat yang kukenal, yang mengenalku, dan...