Berhati-hati itu baik. Tapi bersikap curiga itu, jangan. Apalagi curiga yang berlebihan, karena membuat kita jadi tidak nyaman. Biasanya orang yang curigaan itu perfeksionis atau tidak percaya dengan siapa saja. Kecenderungan orang yang perfeksionis adalah tidak boleh ada orang yang lebih baik dari dirinya. Jika ada orang yang berbicara baik tentang orang lain, dan bukan…
Kategori: RM. PETRUS SANTOSO, SCJ
Pesta Santa Maria Magdalena
Saya pernah mengatakan ini, “Doakanlah mereka yang pernah menolongmu saat jatuh danterpuruk, sebab dia itu adalah malaikat yang dikirim oleh Tuhan. Simpan di dalam ruang yang istimewa, yaitu hatimu.” Peristiwa semacam itu akan jadi penguat bagi kita. Pengalaman seperti di atas, dialami oleh Maria Magdalena. Perjumpaan kasih dengan Tuhan yang telah mengubah dan memberi pembaruan…
Belajar dari Santo Yohanes Rasul
Rahasia rohani untuk merasakan kedekatan dengan Tuhan adalah saat kita berintimasi dengan-Nya. “Keintiman dengan Yesus terjadi saat hati kita mendengarkan hati-Nya sebagaimana hati berbicara kepada hati; saat kita berdiri bersama Yesus di kaki salib-Nya dan ikut menanggung penderitaan-Nya.” Kita dapat menimba dari pengalaman Yohanes. Dia selalu ingin berada di posisi yang paling dekat dengan Yesus….
Kabar Baik itu Harus Diwartakan
Selama kita hidup dan jadi murid-murid Yesus, kita tidak akan berhenti mewartakan Kabar Baik. Di sini dan di sana. Kemarin, hari ini, dan besok. Kepada sesama, Kabar Baik harus terus diwartakan. Semua orang harus bisa mendengarkan dan dituntun oleh Kabar Baik itu, supaya hidupnya berada di dalam kebenaran. Karena kebenaran yang dimengerti dan dipahami itu…
Hikmat itu Anugerah-Nya
Kita mulai kisahnya dari sini: Awalnya adalah percaya dengan seseorang yang dianggap sebagai sahabat. Tapi, apa yang terjadi? Sahabat itu telah mempermalukan kita. Semuanya jadi berubah, sehingga kepercayaan itu hilang, dan mengubah kehangatan relasi dan cara berkomunikasi: kita tidak dianggap lagi, seperti ada, tapi tidak ada. Di mana-mana peristiwa seperti itu sering terjadi. Berarti, tidak…
Membaca dengan Cermat
“Tidakkah kamu baca yang dilakukan Daud, ketika ia masuk ke rumah Allah dan makan roti persembahan yang tidak boleh dimakan olehnya maupun teman-temannya, tapi hanya para Imam?” (Matius 12: 4). Setiap peristiwa itu harus dibaca dengan teliti, supaya kita tidak salah menilai. Setiap tindakan harus dilihat konteksnya, supaya kita tidak salah berpendapat. Juga setiap pribadi…
Menjaga Relasi
Jaga relasi kita dengan normal dan baik, artinya tahu batasnya, posisinya, dan tahu bagiannya masing-masing. Hal itu harus membawa kita pada kedewasaan jasmani dan rohani yang baik. Kembalikan keluhuran hidup kita pada saat Tuhan menciptakan kita, yaitu ‘secitra dan segambar’ dengan Dia. Keluhuran hidup manusia ini memberikan tanggung jawab pada kita untuk menghormati dan menjaga…







