Kategori: PENULIS

Trifecta: Rendah Hati, Tulus, dan Tekun

Refleksi ini adalah intisari dari ‘Lima Jari’ itu jadi: gabungan tiga jati diri, yakni rendah hati, tulus dan tekun, yang menciptakan sosok yang tidak hanya kuat secara spiritual, tapi juga teduh secara sosial. Rendah Hati (Humility):Ini adalah titik awal. Rendah hati memungkinkan kita untuk mengakui kekurangan dan merasa butuh akan...

Rahmat Ilahi

“Kasih yang melampaui batas bukan kekuatan manusia, tapi itu kehidupan Ilahi di dalam kita. Saat kasih terasa mustahil, di situlah rahmat mulai bekerja.” Dalam Kitab Ulangan, Allah menegaskan, bahwa kami adalah umat kesayangan-Nya, yang dipanggil untuk hidup menurut jalan-Nya dengan segenap hati.Pemazmur mengingatkan kami, bahwa kebahagiaan sejati ada dalam...

Jejak Kelana Nafas-56
Bocah Angin-545
Ketika Kejahatan Kobar Membara

1.Ada anak-anak tak berdosajadi korban problema orangtuanyaBanyak yang tak berdaya dan harus meregang nyawaMungkin soal kemampuan ekonominyaMungkin karena masalah emosi dan pengetahuannyaJuga karena pekerjaan dan lingkungannyaLalu…aneka reaksi dengan tanyaEntah dalam perjumpaan sesamaEntah bergentayangan di sosial media 2.Generasi muda pun mulai beraksikasus kriminal makin sering terjadiLalu semua pihak saling menunjuk...

Mengasihi sampai Terluka

“Sesaat ketika Anda mampu mencintai tanpa syarat dan batas, maka saat itulah Anda akan terluka. Luka itu tidak mendatangkan kesakitan, tapi kebahagiaan. Inilah yang dilakukan oleh Yesus, ketika Ia rela berkorban untuk menebus dosa-dosamu.” Memaafkan dan mengampuni mereka yang melukai kita memang tidak mudah, tapi sudah banyak bukti, bahwa...

Antara Kata dan Nyata

“Banyak belum tentu cukup, sedikit belum tentu kurang.” -Rio, Scj Kalau tidak tahu apa-apa itu jangan sok tau. Apalagi ngegosipin orang. Prinsipnya sederhana, jika kita belum bisa membedakan katanya dan nyatanya lebih baik diam. Karena percuma, berisiknya mereka itu tidak mempengaruhi apa-apa, malah bikin dosa. Mungkin hal sederhana ini...

Kerajaan Allah dimulai dari Hati yang Bertobat

“Hari ini adalah kesempatan. Bertobatlah sekarang, dan biarkan Tuhan mengubah akhir ceritamu.” Allah berbicara dengan sangat jelas: Masa depan kami ditentukan oleh apakah kami bertobat atau mengeraskan hati. Jika orang Fasik berbalik dari dosanya, Allah tidak mengingat satu pun kesalahannya. Jika orang benar berpaling dari-Nya, kebaikannya itu tidak menyelamatkannya....

Murnikan Pikiran Sucikan Hati Sebelum Memohon

Mat. 5: 20-26.Kabar baik dari Tuhan untukmu: “Tuhan selalu suka mengambulkan doa dan permohonan kita asalkan hati dan pikiran kita disucikan dan didamaikan dengan Tuhan dan sesama.” Firman Tuhan menegaskan bahwa: “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati...

Refleksi:
Makna Sejati Kehidupan

Pada Sepotong Catatan Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hidup yang direfleksikan adalahproses penemuan jati diri demi memberi makna baru atas hidup ini.”(Didaktika Hidup Sadar) Sesungguhnya, kehidupan ini merupakan ‘sepotong catatan’ juga. Sepotong catatan yang mau menyiratkan, bahwa manusia ciptaan yang tak ada duanya itu, ternyata mampu untuk bermonolog dan...

APP dan Lima Jari:
Hidup makin Bermakna

‘Lima Jari’ adalah simbol kerja nyata. Di hadapan Tuhan, bukan seberapa besar tangan kita, melainkan seberapa banyak kasih yang disalurkan melalui jemari tersebut untuk merangkul yang lemah dan melayani sesama. Ibu Jari (Jempol):Mengajarkan kita untuk selalu melihat kebaikan. Seperti jempol yang memberikan pujian, hidup kita pun dipanggil untuk mengangkat...

Jejak Kelana Nafas-55
Bocah Angin-545
Warna-warni Perubahan

1.Parade Dinamika Desah nafas sering meranatanpa kawan terus mengembaraDesir darah terbiasa kesepianberlari tak ada temanTetapi…dalam diam terus menagih pribadidalam sunyi selalu menggugat diri Telapak kaki seperti pantaiselalu diterpa ombak gelombangSiang malam setiap haribercanda dengan debu tanah yang terbangRindu damba terus memacu berlariKehidupan menantang untuk terus berjuangmenjawab tanya asali diri...

Rezeki itu Tidak akan Tertukar

“Gaji dari pemerintah dan perusahaan, rezeki itu dari Tuhan.” -Rio, Scj. Gaji bisa tertukar, tapi rezeki tidak pernah tertukar. Jika bukan rezeki kita, sekeras apa pun kita berjuang dan mengejarnya tidak pernah akan jadi milik kita. Jangan pernah memotong dan mengambil rezeki orang. Jika itu bukan hak kita. Jangan...

Cara Terbaik Mengalahkan Musuh

Kecenderungan manusiawi adalah sedapat mungkin kita dapat mengalahkan musuh-musuh kita atau menyingkirkan orang yang tidak kita sukai. Tapi Yesus mengajari kita untuk membalas kejahatan itu dengan kebaikan. Bagi-Nya cara mengalakan musuh-musuh kita adalah mencintai mereka tanpa batas. Yesus menguatkan kita untuk terus berbuat baik, ketika Ia bersabda: “Tapi Aku...

Sikap Hati

“Jangan mengeritik sesamamu, bila perilakumu lebih buruk dari mereka.” -Inno Ngutra Tidak sekadar menohok, bahkan nasihat bijak Mgr Inno Ngutra, Pr itu seperti menggugat jiwa ini. Bagaimana tidak. Jujur, saya biasa mengomentari di hati, umat yang terlambat ke Gereja, berpakaian kurang pantas dan seenaknya. Misalnya bersandal jepit, pakaian minim...

Janji Yesus

“Saat Tuhan terasa diam, Ia tetap memberi. Mintalah, carilah, dan ketuklah! Percayalah pada hati-Nya!“ Yesus memberi janji yang begitu lembut, tapi kuat: “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”Janji ini indah, tapi kadang kami sulit percaya. Ratu Ester berdoa dalam...

Refleksi tentang Sebuah Kesementaraan:
Kala Semuanya akan Berakhir

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Dalam diam akhir, kita menemukan suara yang paling lantang: kesadaran akan eksistensi kita”(Suara Sang Kebenaran Sejati) Dalam diamnya akhir, kita akan menemukan suara yang paling lantang: kesadaran akan eksistensi kita. Seperti dedaunan yang gugur, setiap akhir akan membawa kita pada sebuah pertanyaan, “Apa artinya...