Simply da Flores 1.Hari Puisi Nasional Kata-kata itu samudraAyat-ayat sajak ombak gelombangmenari-nari siang dan malamMenyambut sampah kehidupanyang terus dibuang manusiatermasuk di Indonesia tercintayang membudayakan sampah dan puisi Hari Puisi Nasionalentah untuk apa dan siapaPenyair selalu terlahirseperti pemulungmemungut kata dari samudradiramu jadi santapan pasir pantaiPuisi terus bertambah terciptaentah bertambah atau tidak pembacanyaPuisi seperti sampah di samudraterus…
Kategori: PENULIS
Serpihan Jejak Musyafir -237
Tuhan, Izinkan Kami Membuat-Mu Senang
Menang itu keinginan hati sedangkan menyenangkan hati Tuhan itu pilihan. Iseng kemarin saya buka google, saya klik ‘doa menjelang festival atau pertandingan.’ Yang muncul ada begitu banyak tips doa yang ditawarkan, dengan rumusan-rumusan doa yang indah, seperti: doa mujarab, pasti menang, jangan khawatir, … Tetapi pada malam harinya, usai latihan paduan suara, doa penutup yang…
Politik ala Bunglon
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Tidak ada musuh yang abadi, karena yang abadi ituhanya kepentingan.” (Adagium Pragmatis) Hari itu, Jumat, 26/4/2024, dalam kolom Opini, harian Kompas, diturunkan sebuah tulisan berjudul, “Politik Bunglon,” (surat kepada pembaca), oleh Sri Handoko, Tugurejo, Semarang. Seperti biasa, hati ini terenyuh, bahkan sempat berdenyut keras, jika membaca tulisan yang sifatnya sesaat…
Makin Dekat dengan Tuhan
“Di mana pun berada, sungguhkah hidup kita dekat dengan Tuhan? Apakah seluruh anggota keluarga juga dekat dengan Tuhan?” Sesungguhnya kita sendiri yang bisa menjawab kedua pertanyaan itu. Tidak butuh waktu panjang, kita langsung memberikan jawaban saat ini juga. Itulah pengalaman, kita yang tahu. Usaha kita untuk mendekatkan diri dengan Tuhan bisa dilihat sebagai pengalaman yang…
Bijak Bertutur Kata
Seseorang bisa jauh dari Tuhan, karena cara yang tidak bijak dalam memperlakukan orang lain. Bijak-tidaknya seseorang itu terletak pada sikap (lewat kata atau perlakuan) yang diarahkan pada orang lain, terutama, ketika orang itu melakukan kesalahan. Seorang Bapak, sudah berumur, lupa mematikan hapenya, berdering pada saat pendeta berkhotbah di gereja, sehingga memecah keheningan. Sang pendeta menegurnya…
Ketika Langit Terbuka
Tidak ada penyesalan yang datang terlambat. Karena yang terlambat itu hati yang kehilangan rasa peduli untuk perbaiki diri, dan jadi baik. “Pak, Bu, boleh aku tinggal sama Mbah Putri. Kasihan Mbah sendiri.” “Lho, kau kan sekolah…” “Sekolah bisa pindah. Lagian dari rumah Mbah jalan kaki juga dekat.” Kata-kata putrinya yang polos dan lugu itu menohok…
Serpihan Jejak Musyafir -236
Menyibak Tirai Misteri Kebenaran
Simply da Flores 1. Gunung, Muara dan Samudra Gunung dihujani benih kepentinganhutan belantara mengandung mata airlalu lahirkan seribu anak sungaidari generasi kepada demokrasidari tradisi kepada revolusidari kompromi “salus populi”kepada kolusi nepotisme dan korupsiSiang malam digilas roda zamandalam musim pancaroba yang liar Waktu membesarkan hasrat kepentinganmengalir membelai memeluk bengawanBanjir darah dan air mataaliran senyum tawa terbahakbergulat…







