“Inilah jalan sempit yang menuju kehidupan. Yesus mengundang kita bukan kepada kenyamanan, melainkan kepada kebebasan.” Allah menempatkan di hadapan kami kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Melalui Musa, Allah berkata, “Pilihlah kehidupan.” Melalui Mazmur, Allah menunjukkan jalannya untuk jadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air; berakar dalam, tetap teguh melewati musim, dan berbuah…
Kategori: PENULIS
Jejak Kelana Nafas-47
Bocah Angin-545
Gebyar Kuda-kuda Merah
1.Kuda-kuda merah berpacuLintasi wajah padang sabana gersanghindari deru debu tanah berlubangLewati ratapan hutan belantarayang sedang dibabat gundul meranaEntah siapa yang punya kuda-kudaEntah mengapa berpacu mengembaraRakyat kecil hanya mampu bertanyakarena nasibnya pun diinjak kawanan kudaPadang belantara adalah milik negaraHutan belantara dicaplok para pengusahaKisah lara nasib rakyat berhadapan dengan senjata 2.Kuda-kuda merah berpacumenerjang ombak gelombang samudraTinggalkan sampah…
Mencari Mahkota Surgawi lewat Jalan Derita
“Tentunya setiap orang berjuang menghindari derita. Tapi banyak orang kudus telah membuktikan, bahwa kebahagiaan dan keselamatan jiwa hanya bisa didapatkan lewat penderitaan hidup dan yang dialami tubuh.” Dalam Injil, Yesus mengajak kita untuk tidak gentar terhadap derita, fitnah, dan ancaman, karena kita adalah pengikut-Nya. Yesus memang tidak pernah menjanjikan harta atau kekayaan, tapi keselamatan jiwa…
Debu di Alas Kaki Tuhan
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Memento, Te Esse Pulverem”“Ingat, Kamu adalah Debu!”(Adagium Latin) Statemen Keagungan dan Belas Kasih dari Dia, Sang Maha Sabar Ada sebuah statemen yang sungguh indah dan bermakna rohani mendalam, tatkala Tuhan sadar, bahwa ada banyak debu dan abu yang menempel sangat kuat di ujung tumit kaki-Nya, maka Ia tersenyum lebar sambil…
Abu di Dahi, Panggilan Lembut di Hati
“Kembalilah kepada-Ku dengan segenap hati. Ini bukan tentang penampilan. Melainkan tentang pulang kembali.” Allah yang penuh belas kasih.Melalui Nabi Yoel Engkau memanggil dengan lembut namun tegas: “Kembalilah kepada-Ku dengan segenap hatimu.” Bukan sekadar memperbaiki perilaku, melainlan kembali kepada Pribadi-Mu. Prapaskah dimulai bukan dengan ancaman,melainkan dengan undangan kasih. Mazmur 51 jadi doa kami: “Kasihanilah aku, ya…
Rabu Abu untuk Kembali
“Keunggulan itu bukan tentang jadi lebih baik dari orang lain, melainkan jadi lebih baik dari dirimu yang kemarin.” Kalimat ini mengandung makna mendalam tentang esensi Rabu Abu dan masa Prapaskah. Fokusnya bukan pada kompetisi dengan sesama, melainkan pada metanoia (perubahan hati) yang personal dan konsisten. Keunggulan sejati yang kita cari dalam Prapaskah ini adalah kemenangan…
Pohon Cinta Kasih
“Ambillah bibit cinta dari pikiran yang jernih untuk disemai di ladang hati agar kelak panenan kasih-Nya berkelimpahan.” -Mas Redjo Menanam di musim semi itu umum, tapi menanam di ladang hati setiap keluarga untuk saling mengasihi itu anugerah Allah yang luar biasa. Ketika memutuskan berkeluarga itu diibaratkan kita menanam pohon cinta kasih. Hasil panenan pohon itu…







