Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hiduplah laksana garam yang serba secukupnya saja.”(Prinsip Budaya Bangsa) Garam, Kata paling Favorit “Garam,” tak pelak telah jadi sebuah kata emas di dalam budaya dan peradaban bangsa kita. Bahkan di dalam konteks keagamaan kata garam itu telah kian favorit. Berikut bukti tingginya penggunaan kata garam di dalam tuturan atau tata…
Kategori: PENULIS
Jangan Lelah Untuk Mengasihi
“Jangan ajari anak-anak itu untuk membenci orang lain, tapi ajari untuk mengasihi, karena mereka adalah anak terang.” -Mas Redjo … Luka di hati itu makin menganga perih dan nyeri, ketika peristiwa intoleran itu kembali merebak dan negara seperti tidak hadir… “Adakah kebencian itu saya ajarkan juga pada anakku?” Saya menarik nafas panjang. Luka itu makin…
Teruslah Menabur Kebaikan
Mat 13: 31-35“Jangan pernah jemu dan bosan berbuat baik selama hidup terberi, karena setiap kebaikanmu tersusun jadi anak tanggamu menggapai Surga.” Kewajiban untuk melakukan kebaikan itu bagaikan si penabur dalam Injil hari ini: “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di…
Secercah Sajak Semesta – 134
Catatan Bola Mata
Simply da Flores … 1.Tak bisa Melihat Aku terlahir dengan dua bola matanamun nyatanya mataku tak berfungsiMakaaku tak menyaksikan obyekseperti sesama yang normal matanyaAku melihat dengan telingamerekam informasi dan pengetahuandan belajar mengenal dengan telingaAku kagumi indahnya pelangiAku bedakan terang dan gelapAku tahu angka uangdengan telinga dan jemaridengan rasa dikulitku“Aku memang buta bola matakutetapi pribadiku bisa…
Kecewa
Kadang, kita sering mengecewakan atau dikecewakan orang lain. Jika ada yang pernah dikecewakan itu tidak mudah untuk bisa percaya, karena takut dikecewakan lagi. Orang yang pernah mengecewakan kita, bisa juga mengecewakan yang lain. Orang yang suka mengecewakan itu mudah mengecewakan yang lain lagi. Karena mengecewakan itu sudah kebiasaan, bahkan lebih konyol lagi, jika jadi gaya…
Tentang Sang Waktu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Konkret, bahwa manusia hidup dan bergerak di atas relungan tempat dan dalam lingkaran waktu.”(Didaktika Hidup Sadar) Waktu adalah Guru Kehidupan “O tempora, O mores.” Duhai waktu, aduhai sang kehidupan,” demikian sebuah seruan (diktum) berbahasa Latin yang biasanya direnungkan di kala manusia mau merefleksikan tentang lingkaran waktu di dalam kehidupannya. Sang…
Menghitung Bintang di Langit
“Mencari-cari kesalahan orang lain itu ibarat menghitung bintang di langit. Sedang mencari kebaikan sendiri itu ibarat kita menghitung ikan di aquarium.” -Mas Redjo … Tidak harus kaget. Lebih baik fakta itu diterima dan diakui dengan jujur. Kita berefleksi itu untuk berbenah dan memperbaiki diri agar kita rendah hati! Adalah fakta, melihat kesalahan orang lain itu…







