Saat dilahirkan, aku memiliki dua kaki. Selama 48 tahun, kedua kakiku belajar berjalan, lalu berlari, dan sudah berkeliling di mana-mana. Kadang kedua kakiku beristirahat, karena kelelahan. Setelah 48 tahun, aku kehilangan satu kakiku sebelah kanan. Kakiku harus diamputasi sejak tanggal 6 Maret 2025, karena diabetes. Itu akibat dari pola hidupku yang tidak baik dan pola…
Kategori: PENULIS
Orang Berhati Mulia
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Dia elok bagaikan rembulan dan cemerlang laksana mentari.”(Bahasa Kiasan) Dunia pun Mengenalnya Dunia beserta seisi kehidupan ini telah mengetahui, bahwa sosok pribadi yang berhati mulia itu adalah dia yang memiliki sikap: kebaikan, kejujuran, dan kepedulian kepada sesamanya. Dia seelok laksana sekeping rembulan dan bahkan secemerlang sekeping mentari. Dialah sosok pribadi…
Renungan Harian Katolik
RAWAT PERKAWINAN JAUHKAN TEGAR HATI
Jumat, 15 Agustus 2025 Oleh Romo Agus CSsR Perkawinan suami dan istri adalah kehenak Allah sejak awal penciptaan. Maka apa yang dipersatukan Allah tak boleh diceraikan manusia. Yesus menegaskan itu saat orang farisi bertanya bolehkah seorang suami menceraikan istrinya dengan alasan apa saja. Kenyataan bahwa ada suami istri yang berpisah dengan berbagai alasan, Yesus katakan…
Budaya Malu dan Mandiri
“Menghidupi budaya malu dan bertanggung jawab agar hidup ini menghasilkan buah-buah kebaikan.” -Mas Redjo … Awalnya adalah saya diminta Mbak untuk mencuci pakaian sendiri. Gara-garanya, saya bermain hujan, dan pakaian seragam jadi kotor. Saya harus bertanggung jawab! Mbak tidak kompromi, meski saat itu saya kelas 1 smp. Tujuan Mbak yang sebenarnya adalah agar saya mandiri….
Allah adalah Bapa yang Suka Mengampuni
Mat. 18: 21 – 19: 1Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Allah sebagai Bapa yang baik untuk tidak pernah menahan rahmat ampunan-Nya terhadapmu, bila engkau memintanya asalkan engkau juga harus bermurah hati terhadap sesamamu.” Firman-Nya menjelaskan sifat Allah yang suka mengampuni kita sebagai berikut: Karena itu, inilah yang harus kita perbuat: Monsignor RD Inno Ngutra
Secercah Sajak Semesta – 151
Pernak Pernik Menulis
Simply da Flores 1.Emosi rasa meleleh dalam kataKalimat mengurai kelana pikiranBait-bait melukis wajah nuraniSajak, syair, cerpen, novel, bukucoba menenun sosok sanubari jiwaMeski selalu disadari kemampuan bahasa terbatasKatanya tulisan bisa tertinggal lamatetapi ucapan segera berlalu sirna 2.Para empu menulis kearifan hakikipada daun, batu, kulit dan kayu pilihanpada lempengan tanah liat dan logam istimewaKarena isi tulisan diyakini…
Kisah Orangtua dan Pemuda di Bangku Taman
Mereka berdua duduk di taman menikmati kesendirian, tanpa ada komunikasi. Pemuda itu berpikir jauh melintasi waktu, bagaimana jadi tua dan seperti dia. Sedang orangtua itu tidak tahu yang dipikirkan dan hendak dilakukannya. Mereka berdua duduk berdekatan, tapi tidak saling tahu dan tidak mau mencari tahu. Mereka berdiam diri dengan keterasingannya dalam sunyi. Dia lalu berdoa…







