Minggir dulu dari keramaian menuju hening. Minggir dulu menikmati kesendirian. “Me Time.” Dalam keheningan aku berdoa. Di tengah keheningan aku merenung. Saat semuanya selesai, aku bersyukur. Dalam keheningan, bisa melihat sedikit hal yang berbeda di setiap perjalanan hidup. Juga melihat hal-hal yang sama, karena pernah berada dan konsisten dari hal-hal yang sudah dihidupi dan diperjuangkan….
Kategori: PENULIS
Kematangan Emosional sang Pemimpin
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Jika tidak bisa merasakan tim, kita sebenarnya tidak sedang memimpin.”(Mich Hunt) Aneka Kecerdasan Manusia Dalam perkembangan dunia modern, kita mengenal aneka kecerdasan yang idealnya mutlak dimiliki, demi mendukung dan menyejahterakan dinamika kehidupan ini. Antara lain: Dalam dunia kerja yang penuh perbedaan perspektif, konflik ide, dan tekanan deadline, kemampuan menerima kritik…
Jauhkan Kami dari yang Jahat
“Mengingatkan itu hukumnya wajib. Tapi tidak identik kita memaksakan kehendak agar orang lain mengikuti keinginan kita.” -Mas Redjo … Carut marut kebijakan yang tidak terkoordinasi itu membuat banyak orang jadi gamang dan bingung. Lalu timbul kegaduhan dan viral. Apakah ini untuk mengalihkan isu? Saya malas berkomentar, karena percuma dan tidak ada gunanya. Ketika terbawa emosi,…
Kehidupan Kekal akan Jadi Milikmu
Mat 19: 23-30Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Bila engkau setia mengikuti Yesus, maka kehidupan kekal atau keselamatan akan jadi milikmu di akhir hidup di dunia ini, asalkan turuti perintah-Nya, jauhi larangan-Nya dan tak berhenti berbuat baik.” Tuhan berjanji dalam Firman-Nya, yakni: “Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, Bapa atau…
Tetap Cinta Tanah Air
Mungkin untuk banyak di antara kita yang tidak mudah menerapkan peribahasa, “Bumi dipijak, langit dijunjung.” Ketika kondisi negara pada saat ini banyak hal yang tidak mudah kita pahami. Sama tidak mudahnya untuk mengikuti ajakan “Indonesia memang tidak sempurna, tapi saya tetap mencintainya,” terutama bagi mereka yang belum merdeka untuk bisa makan dan gamang dengan masa…
Secercah Sajak Semesta – 156
Membaca Pesan dari Pati
Simply da Flores 1.Rakyat bergemuruh satukan suaraberteriak menggugat pejabat eksekutif dan legislatifketika syair lara derita mereka samaketika irama lagu damba harapan samaEntah siapa yang memberi aba-abaEntah mengapa berani bergerak bersamaFaktanya mereka nyatakan apa adanya“Kami memiliki harkat martabak dan suaraKami sungguh adaKami butuhkan kesejahteraan dan keadilanBukan aturan yang membelenggu dan menindas nasib kami” 2.Apakah mereka rakyat…
Hati yang Peka dan Peduli
Kita bisa merasakan dari yang dilihat mata. Kita bisa merasakan yang didengarkan telinga. Kita bisa merasakan yang dikatakan oleh lidah dan mulut. Kita juga bisa merasakan yang menyentuh kulit tubuh ini. Hati yang kita miliki itu memang ‘peka’ dan tajam. Hati kita itu harus senantiasa di-‘asah, asih, dan asuh’, supaya hati ini makin tajam untuk…







