Memimpin: Melayani dengan Kasih
Sabda Allah mengajarkan kami untuk menimba hikmat yang menuntun pada hidup: memimpin itu bukan dengan kesombongan, melainkan dengan kasih; berjalan bukan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan hati yang tahu bersyukur. Dalam hikmat-Nya, Allah mengingatkan, bahwa segala kuasa, kesehatan, dan rahmat berasal dari-Nya. Seperti para pemimpin yang diingatkan dalam Kitab...
Secercah Cahaya Semesta -41
Bocah Angin-545
Million Dreams – Jutaan Mimpi
1.Angin berhembus wartakan pesan semestaSetiap detik terlahir anak manusiamembawa cahaya anugerah IlahiSetiap waktu membias generasi insanipancarkan sinar berkah Sang Maha MisteriBukan saja yang terlahir normalNamun yang datang cacat dan miskin papaTersebar di berbagai pelosok bumiHadir di tengah gemerlap kilau zaman 2.Mereka dengan tanya dan misteridisambut dengan senyum tawaMereka hadir...
Berpikir Sederhana Untuk Jadi Hebat (7)
Hukum Tabur Tuai
“Siapa menanam, pasti memanen. Buah yang dipanen itu tidak mengingkari pohon yang ditanam.” -Mas Redjo Karena bersikap jujur dan benar itu melapangkan jalan umat beriman, saya menjauhi perilaku kamuflase dan pura-pura. Saya memilih hidup sederhana dan bahagia. Hidup (alm) Bapak yang bersahaja itu tidak sekadar menginspirasi, tapi saya hidupi...
Sebuah Refleksi Hidup:
Sepasang Sepatu Tua
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Kini ia pun tergeletak di sebuah sudut sunyi, jauh dari ingatan manusia”(Didaktika tentang Nestapa Jiwa) Hidup adalah Sebuah Ziarah Sepasang Sepatu Tua, tampak tergeletak di sebuah sudut sunyi. Jauh dari tatapan mata banyak orang. Karena ia sudah bukan milik siapa-siapa lagi dan juga sudah...
Melayani dengan Hati
Kata ‘hamba’ berasal dari kata ’Servant/Slave’ (Inggris), ‘Doulos’ (Yunani), atau ‘Ebed’ (Ibrani) itu berarti orang yang memiliki kemampuan untuk melayani. Sejatinya kita ini adalah pelayan dengan peran yang berbeda-beda: dalam Gereja, keluarga, atau di tempat lain. Kita selalu ada untuk dan siap melayani. Ada tiga hal yang bisa dipelajari...
Pahlawan Sejati
Akhirnya kegamangan ‘memahlawankan’ Suharto itu berhenti. “Pahlawan itu yang seperti apa dan bagaimana?” Mungkin ‘makna pahlawan’ yang benar itu seperti ungkapan Yohanes, “Biarlah Ia semakin besar, dan aku semakin kecil.” Seorang pahlawan, sebenarnya sejak masa hidupnya sudah meletakkan egonya di bawah kemuliaan bangsanya. Justru hidupnya harus manampakkan kemuliaan bangsa...
Menghadirkan Wajah Tuhan dalam Melayani Sesama
Allah menciptakan kami untuk hidup dan bersatu dengan-Nya. Tapi dalam kelemahan, kami sering mencari pujian atas hal-hal yang sesungguhnya adalah tugas kami. Padahal sebagai hamba-Nya, kami ingin belajar melayani bukan demi penghargaan, melainkan karena cinta. Ajarlah kami, ya, Tuhan, untuk melayani seperti Yesus: dengan setia, tanpa pamrih, dan hati...
Secercah Cahaya Semesta -40
Bocah Angin-545
Serpihan Keadilan – Puing Perdamaian
1.Angin bertiup di padang gersang kehidupanJejak telapak rindu mengembaradahaga mencari mata air keadilanBekas kaki damba berkelanalapar mencari remah roti perdamaianZaman silih berganti dalam roda waktuKeadilan seperti hanya milik segelintir orangPerdamaian ibarat mengejar untuk menangkap sosok pelangiSelalu antara mimpi dan fakta 2.Kawanan burung pipit bernyanyirayakan panenan keadilan di padang belantaraMereka...
Berpikir Sederhana Untuk Jadi Hebat (6)
Hidup Jujur, karena Takut akan Tuhan
“Semujur-mujurnya orang yang berbuat curang, lebih hebat, sehat, dan bahagia itu orang yang hidup jujur.” -Mas Redjo Nasihat bijak Bapak sebelum saya merantau ke Jakarta adalah agar saya berperilaku hidup jujur. Selain tanpa beban, perilaku jujur adalah pilar kepercayaan yang harus dijaga. Karena memudahkan kita diterima dan dalam membangun...
Jasmerah
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Ingatan kolektif bukan sekadar sejarah, melainkan ingatan yang menagih agar kejahatan masa lalu diselesaikan secara adil.”(Ricoeur) Jangan Melupakan Sejarah ‘Jasmerah’ adalah akronim dari ‘Jangan sekali-kali melupakan sejarah, demikian sang Proklamator, Presiden Pertama RI Soekarno. Riuhnya suara murni yang mengalir dari hati para anak bangsa...
Tambahkan Iman Kami!
Jangan pernah diberi kesempatan pribadi-pribadi yang menyesatkan itu dalam hidup kita. Misalnya lewat rayuan mautnya dan nikmat dunia yang ditawarkan itu agar kita menjauh dan tidak percaya dengan Tuhan. Jangan dibiarkan pribadi-pribadi itu membuat kita bertindak tidak baik. Misalnya lewat tutur kata yang memikat untuk mempengaruhi kita agar menyebar...
Tetap Teguh di Dalam Kristus
“Hikmat kami, pengampunan, dan dasar hidup kami adalah taat dan setia pada Tuhan.” Tuhan Yang Maha Rahim, Engkau mengenal dan menyelami kami. Bahkan sebelum kata terucap di lidah kami, Engkau sudah memahami isi hati kami. Engkau melihat pergulatan batin kami, antara godaan, pengampunan, dan iman. Tuhan, sabda-Mu mengingatkan kami...
Secercah Cahaya Semesta -39
Bocah Angin-545
Kepada Para Pahlawan Nasional
1.Wahai, Para PahlawanKeluarga selalu datang nyekarpersembahkan doa pada pusaramuAnak cucu generasi mudadatang ke makamtumpahkan bangga rindu dambaNamun,banyak sosok pahlawan bangsatak tahu di mana pusaranyatak dikenal di mana makamnyaEntah oleh sanak keluargaapalagi oleh masyarakat luasKalian semua sosok Kusuma Bangsa Negara Indonesia 2.Pada Peringatan Hari Pahlawan NasionalPara pejabat berwenang lakukan upacaraEntah...
Berpikir Sederhana Untuk Jadi Hebat (5)
Semua Disiapkan Allah untuk Kebaikanmu
“Jangan gelisah dan takut, tapi percayalah kepada Allah. Karena yang terbaik itu sudah disiapkan-Nya untukmu.” -Mas Redjo Jangan ragu dan tidak percaya. Tapi selalu mengandalkan Allah adalah pijakan orang beriman. Saya sadar diri akan kemampuan dan keterbatasan saya agar tidak sombong, tapi untuk rendah hati dan mengandalkan Allah! Setiap...
Sang Pemanah Setia
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Sang pemanah setia merentangkan busurnya dan melesatkan anak panah ke angkasa.”(Amanat Cita-cita Hidup) Ilustrasi Imajinatif Ketika langit malam yang indah ditaburi berjuta bintang, tampak seorang Raja bercekak pinggang. Ia asyik memandangi angkasa. Ia bergegas mengambil busur dan anak panahnya, lalu merentangkan busurnya membidik ke...