Kategori: MONSIGNOR RD INNO NGUTRA

Dasar Kebahagiaan itu Menimbun atau Berbagi?

Luk. 12: 13-21”Menimbun harta kekayaan akan membuat dirimu puas, tapi hanya sesaat, ketika engkau rela berbagi kepada sesama, maka saat itulah jiwamu menemukan dan mengalami kebahagiaan.”… Yesus mengingatkan kita semua, bahwa ketamakan bukan hanya sekadar keinginan untuk memiliki, tapi lebih dari itu adalah kepuasaan dalam menyimpan untuk dirinya sendiri....

Keindahan Kekuasaan Terletak pada Pelayanan

Mrk. 10: 35-45“Bila Anda kehilangan kerelaan untuk melayani, maka sadarlah, bahwa kekuasaan dan jabatanmu takkan memiliki makna lagi. Yang tersisa hanyalah arogansi, kesombongan dan diktator.”… | Red-Joss.com | Pada Minggu biasa XXIX ini, Yesus mengingatkan kepada kita semua, bahwa syarat dasar untuk menjadikan kekuasaanmu bermanfaat bagi orang lain adalah:...

Mencari-cari Kesalahan daripada Mengakui Kebenaran

Luk. 11: 47-54”Tersakiti dan terluka, karena dikritik itu terkadang kita menolak kebenaran dengan cara mencari-cari kesalahan orang lain untuk menjatuhkan dan menghancurkannya.”… | Red-Joss.com | Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat merasa tersakiti dan terluka, karena dikritik dan ditegur keras oleh Yesus. Reaksi mereka adalah tidak mengakui dan memperbaikinya,...

Jadi Berkat Bukan Beban

Luk. 11: 42-46”Sadar atau tidak, kita sering jadi beban bagi orang lain. Kita lebih suka dan senang berada di atas pundak orang lain daripada memberi pundak sendiri untuk memikulnya.”… Jika hal itu jadi kebiasaan, maka kita ditegur oleh Yesus lewat firman-Nya: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu...

Berpenampilan Perlente dengan Mulut Manis

Luk. 11: 37 – 41”Demi mendapatkan sesuatu, entah itu pujian atau imbalan berupa uang dan kedudukan, maka ada banyak di antara kita berpenampilan perlente dengan mulut manis di hadapan orang lain. Inilah yang disebut orang munafik dan jahat.”… Dalam Injil hari ini, Yesus menghardik golongan orang munafik dengan pernyataan...

Kunjungan Kanonik Mgr. Inno di Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Kami Tetap Katolik Sampai Mati

“Bapa Uskup, kami tidak mempunyai gedung gereja, tapi kami mempunyai iman. Kami jarang dikunjungi, tapi kami tetap memelihara iman kekatolikan, karena Gereja Katolik telah terbangun dan berdiri tegar kokoh di hati kami, domba-domba kecilmu ini.”… Kata-kata ini muncul dari mulut Katekis asal Tanimbar yang telah berjanji, bahwa, jika sebuah...