Maaf, jika aku pantang bicara itu tidak berarti aku sedang jengkel atau marah padamu. Aku juga tidak sedang manjakan mulut dengan makanan yang lezat dan nikmat sambil bermesraan dengan orang ketiga, sehingga aku melupakanmu. Aku berdiam diri tidak berarti aku sedang bermalas-malasan sambil bermain hp untuk mencari calon penggantimu. O, kau jangan multi tafsir atau…
Kategori: MAS REDJO
Status Religi, Rezekinya Tiada Henti
“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu jangan kamu khawatir akan hari esok” (Mat 6: 33-34). Kredo itu saya percayai dan imani. Bahkan saya merasakan anugerah Allah yang luar biasa. Terjadi tidak secara ‘ndilalah’ atau kebetulan, tapi lewat proses dan saya imani sebagai ketetapan-Nya. Kesadaran itu muncul, karena…
THR Setiap Hari
Serius? Tidak harus kaget, melotot, apalagi tidak percaya. Ini kisah riil, nyata, dan tidak hoaks. Karena terjadi setiap hari. Menerima THR setiap-hari ini fakta, realistis, bukan isapan jempol, atau sekadar sensasi. THR yang diberikan ini tidak khusus untuk pengusaha, bos, orang kaya, atau pekerja. Juga THR yang ini tidak mengenal status, golongan, atau kasta. Karena…
Fondasi Iman
“Fondasi hidup itu vital dan penting. Tanpa fondasi hidup, apa pun yang kita bangun, baik dalam berumah tangga atau usaha itu mudah roboh, ketika dihempas oleh badai kehidupan.” – Mas Redjo Karena sadar, bahwa fondasi hidup yang kokoh itu amat penting, saya belajar untuk mengendalikan diri agar tidak mudah reaktif dan merespon negatif terhadap sikon…
Dicobai oleh Pikiran Sendiri
Ada anggapan, bahwa seseorang yang makin beriman dan dekat Allah itu hidupnya kian berat, banyak tantangan, dan cobaan. Benarkan itu? Saya tidak mengiyakan, menolak, menyanggah, atau ingin berpolemik dengan anggapan itu. Lebih bijak saya berefleksi diri. Saya ingat kisah Yesus. Setelah berpuasa 40 hari, IA dibawa Roh ke padang gurun (Mat 4: 1-11). IA dicobai…
Berpuasa agar Kian Rendah Hati dan Bijaksana
Saya sungguh beruntung, karena sejak kecil telah diajar dan dididik oleh orangtua untuk hidup prihatin. Masih terpampang jelas dalam ingatan saya, bagaimana orangtua mengajari saya agar doa itu jadi nyata. Caranya adalah, seusai doa saya diajak untuk langsung melakukan isi doa itu dan diwujudkannya. Ketika saya ingin membantu teman memberi buku tulis, misalnya. Saya segera…
Hati yang Berserah
Untuk yang kesekian kali, bisik-bisik itu mengusik ketenanganku. Aku mencoba untuk menerima realita itu, meski dadaku menyesak dan nyeri. Ada orang mengatai dan menyebut aku sebagai orangtua yang gagal dalam mendidik anak! Bagaimana tidak. Anakku yang semata wayang itu hendak pindah agama, karena mengikuti calon istrinya. Padahal aku seorang aktivis gereja. Begitu pula dengan keluargaku….







