“Orang yang berprasangka buruk itu kuper dan tidak pernah piknik jauh. Ibarat katak dalam tempurung.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Untuk yang kesekian kali saya gagal membuang prasangka buruk itu dari pikiran. Akibatnya, prasangka itu beranak pinak dan membuat saya jadi sensitif, curigaan, dan mudah uring-uringan. Beruntung, karena peristiwa salah paham dengan seorang…
Kategori: MAS REDJO
Bertahan di Tengah Badai
“Pusatkan pikiran. Jangan dilepas pegangan iman itu. Pertolongan-Nya segera datang.” – Mas Redjo … “Bapak senang, kau datang dan berterus terang, Le,” kata saya pada anak bungsu, CG yang mau cerita keadaannya. “Semua itu tergantung padamu dan keluargamu yang menjalani.” CG menarik nafas, mengiyakan. “Jika Babe jadi saya?” Saya tidak langsung menanggapi. CG tidak tahan…
Kendali Diri untuk Rendah Hati
“Makan bersama keluarga dengan nasi kendil, dan minumnya dari air kendi. Dijamin joss gandos!” – Mas Redjo… | Red-Joss.com | Seiring perjalanan waktu, saya baru memahami filosopi makan bersama dari nasi kendil dan minum air kendi. Maksud Bapak agar kami, anggota keluarga bersatu. Untuk saling mengingatkan, menguatkan, dan meneguhkan. Sedang air kendi itu dimaksudkan agar…
Saat Aku Melangkah
“Ketika yakin seyakinnya memutuskan untuk melangkah, kita harus menyelesaikannya dengan mantap hati hingga akhir.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Karena untuk sukses hingga tujuan akhir, kita dituntut untuk komitmen, konsisten, dan setia pada peran dan profesi kita dalam mewujudkan karya dan karsa itu dengan penuh tanggung jawab. Berolah pikir, menimbang rasa, dan melakukan…
Beradaptasi dan Berkarya
“Mudah beradaptasi, luwes, dan memberi perubahan positif, karena kita adalah garam dan terang dunia.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Semangat jadi garam dan terang dunia (Matius 5: 13-16) itu harus dinyalakan dalam jiwa ini, ketika kita memutuskan untuk mengikuti Tuhan Yesus. Kita harus komitmen, konsekuen, dan konsisten. Seperti pengalaman saya, ketika pindah kontrakan…
Mudah Bersyukur sebagai Sumber Inspirasi
| Red-Joss.com | Ketika saya kesulitan, bahkan gagal untuk menuangkan ide tulisan, saya biasa memilih istirahat sejenak dan rilek. Ngobrol dengan anak buah atau melayani pelanggan yang belanja di toko, sambil mencari ide dan membangun mood. Lalu meneruskan menulis kembali. Ternyata untuk kesekian kalinya saya gagal. Bahkan pikiran serasa buntu dan suntuk. Padahal kerjaan saya…
Berdamai dengan Masa Lalu
“Menilai orang itu tidak dari masa lalunya yang kelam, tapi tentang perubahan hidupnya yang makin baik.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Saya tersenyum geli, dan tidak mau komentar, ketika A dan B beradu argumen dengan perubahan sikap DM. Tapi pada dasarnya mereka ragu, bahkan tidak percaya. “Ndak usah sewot. Lebih baik yang lalu…







