Kategori: MAS REDJO

Mata yang Menipu

| Red-Joss.com | Karena tidak mau ditipu oleh mata, saya bertanya pada hati nurani. Benarkan itu?! Bertanya agar saya tidak terlena, karena dipuji dan diapresiasi. Tapi agar saya sadar diri dan makin rendah hati. Bertanya untuk refleksi diri agar saya juga tidak mudah terbius kamuflase orang yang bermanis mulut....

Jalan Salib untuk Hidup Sukses dan Bahagia

“Jika kau ingin hidup sukses dan bahagia, lewatilah jalan salib agar hidupmu sungguh teruji.”… | Red-Joss.com | Tiba-tiba nasihat dahsyat itu melesat dari sudut hatiku, ketika saya tengah menata hidup sambil merenungkan sengsara Yesus. Sebagai manusia biasa, Yesus nyaris putus asa saat di puncak salib penderitaan-Nya. ”Ya Bapa-Ku, jikalau...

Bersaksi itu Panggilan Hati

“Allah melihat hati. Ia jagai orang jujur dan benar agar tidak sehelai rambut pun dari kepalanya yang akan hilang”(Luk 21: 18). … | Red-Joss.com | Saya percaya dan mengimani hal itu dengan segenap hati. Sehingga, ketika membaca status seseorang “berdoa kok di fb.” Saya tersenyum tidak komentar atau menanggapi,...

Peduli, karena Mencintai Keluarga

| Red-Joss.com | Setiap kali membaca, melihat, atau mendengar berita negatif tentang anak-anak di medsos atau tv, hati saya jadi trenyuh dan nelangsa. Bagaimana tidak. Banyak anak lepas kendali, terjerumus ke dalam pergaulan bebas, narkoba, kriminal, dan sebagainya. Siapa yang salah dan mau menyalahkan siapa? Ketika anak kecanduan gadget,...

Berdagang Dengan Hati

| Red-Joss.com | Saya sering geli, bahkan tertawa sendiri. Ketika melihat teman yang berbisnis itu piawai menghitung untung, tapi tidak mau menghitung rugi. Menurut banyak teman, berdagang itu sederhana dan mudah. Harga barang yang dijual dikurangi modal, selisihnya berarti keuntungan. Bagaimana, jika barang itu rusak, harga turun, atau dikemplang...

Menggali Kolam Rezeki

| Red-Joss.com | Menjadi dokter, insinyur, menteri, guru, dan sederet jabatan lain itu biasa dikemukakan oleh anak-anak, ketika mereka ditanyai cita-citanya. Menjadi orang yang hebat, pintar, terpandang, dan kaya raya itu juga sering dimotivasikan orangtua pada anak-anaknya. Kelak, agar masa depan mereka gilang gemilang dan bahagia. Berbeda, atau kebalikkan...

Memaknai Nilai Suatu Pemberian

| Red-Joss.com | Maaf, sekali lagi mohon maaf. Jika Anda tidak mau dinilai, lebih baik jangan membiasakan diri untuk menilai, apalagi untuk menghakimi orang lain. Selain tidak beretika, kita juga tidak sopan. Ketika kita komentar tentang suatu barang pemberian dari orang lain sebagai barang murahan dan kurang bermanfaat. Sehingga...

Tiada Hari Tanpa Berbohong

| Red-Joss.com | Berbohong itu hal biasa, bahkan seperti menu harian yang dicicipi tiap insani. Sungguh miris dan mengiris hati, ketika muncul pameo: “Tiada hari tanpa berbohong.” Ketika berbohong menjadi suatu kebutuhan, maka pembenaran diri itu dihalalkan. Akibatnya, mencari kesalahan atau menyalahkan orang lain pun diperjual-belikan. Selalu mencari alasan...

Kabar Baik

| Red-Joss.com | Hidup itu kabar baik. Bagaimana dengan kabar sahabat semua? Kabar baik apa yang dimiliki dan mau dibagikan? Hidup baik itu terus bertumbuh. Makin baik dan kian bertambah baik lagi. Jika ternyata hidup ini belum atau kurang baik, kita bertanya pada diri sendiri, dan merefleksikannya. Ada apa...

Berbagi untuk Mengisi dan Melengkapi

| Red-Joss.com | Tidak ada gunanya menyalahkan orang yang bersalah, lebih baik mengoreksinya. Tidak ada gunanya menghakimi, lebih baik mengasihi dan mendoakan mereka agar sadar diri. Apa pun yang diperdebatkan itu hanya membuang waktu dan energi. Jika salah persepsi mampu timbulkan konflik, permusuhan, dan dendam. Lebih baik kita bertukar...

Menjual Rugi

“Hidup ini adalah kesempatan agar kita tidak menyia-nyiakannya. Hidup baik, dan makin baik lagi.” … | Red-Joss.com | Kesempatan itu yang sekarang saya manfaatkan sebaik-baiknya, ketika seorang teman main ke toko. Ternyata ia ingin membeli semua stok lama plastik cetakan, asal harganya miring! Tanpa berpikir panjang, saya iyakan. Plastik...

Keteladanan itu Sumbernya Dari Hati

| Red-Joss.com | Dulu, ketika kecil, saya paling takut, jika dicuwekin atau didiamkan oleh Ibu atau Bapak, karena saya nakal dan susah dinasihati. Didiamkan oleh orangtua berarti mereka marah dan kecewa pada anak. Perubahan sikap orangtua yang jadi pendiam itu tujuannya mendidik anak agar peka. Anak cepat sadar dari...

Jangan Ingkari Hati Nurani

| Red-Joss.com | Siapa pun pasti tergoda. Tawaran itu sungguh memabukkan, bahkan lebih memabukkan dibandingkan aroma alkohol murni maupun cinta yang berjuta rasanya. Jujur, tawaran itu membuatku jadi ragu. Aku hendak dicalonkan jadi wakil Demang di negeri Seribu Satu Mimpi. Aku lalu menghitung kancing baju. Diterima atau tidak, diterima...

Cerpen Mas Redjo:
Saat Cinta Menyapa

| Red-Joss.com | Saya kaget, sungguh sekaget-kagetnya, ketika gadis itu berani menembakku tanpa tedeng aling-aling. “Saya tertarik, bahkan mungkin jatuh cinta pada Mas….” Lho?! Saya amati gadis cantik itu. Apa saya salah dengar? Saya tersenyum, tidak menanggapi, tapi mahfum. Gadis milenial makin berani, memang. Ceplas ceplos, tidak ragu-ragu, dan...

Mampet

| Red-Joss.com | Saya tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apalagi agar banyak ide tulisan yang menggedor-gedor di pikiran ini sukses saya wujudkan ke dalam sebuah artikel atau cerita fiksi. Kepala saya berdenyut-denyut dan sakit sekali. Padahal banyak cara telah kucoba. Tapi selalu menemui jalan buntu, dan gagal. Saya...