“Orang yang menderita itu adalah mereka yang kehilangan cinta kasih.” -Mas Redjo Coba bertanya pada diri sendiri dan dijawab dengan jujur, “Apakah Anda bahagia?” Izinkan hati nurani yang menjawab. Percuma dan sia-sia semata, jika kita menutupinya dengan topeng kamuflase. Tiba-tiba kesadaran itu muncul dan langsung menohok jiwa ini, ketika pagi itu, homili Romo mengisahkan cita-cita…
Kategori: MAS REDJO
Jaga Hatimu
“Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang ke luar dari mulutnya.” -Matius 15: 11 Karena itu kendalikan diri ini agar yang ke luar dari mulut adalah hal-hal baik dan positif. Lakukan semua itu dalam kasih (1 Korintus 16: 14). Mengendalikan diri itu bukan hal yang mudah, melainkan juga bukan hal yang…
Peduli dan Bertindak
“Melihat peristiwa miris, dan kita sekadar prihatin itu tidak cukup. Kita harus berbuat kasih, karena peduli.” -Mas Redjo … Untuk yang kesekian kali peristiwa mengenaskan itu terjadi. Di Trangkil Pati, seorang remaja yang ketahuan mencuri pisang untuk memberi makan adiknya itu diarak dan jadi tontonan warga. Tragis dan miris! Sampai kapan pembiaran peristiwa itu terus…
Sakit Sebagai Karunia Tuhan
“Senangnya diterima, tapi susahnya ditolak. O, tidak! Senang dan susah itu harus disyukuri sebagai karunia Tuhan.” -Mas Redjo … Kata-kata Ibu yang lirih dan jelas itu menghunjam jantungku, ketika saya menjenguk suaminya di rumah. Dalam gurat wajahnya yang letih itu saya merasakan keteguhan hatinya yang tulus dalam mendampingi suaminya ke luar masuk RS untuk berobat….
Pemimpin Sejati
“Jika ingin jadi pemimpin yang baik dan dihormati, belajarlah lebih dulu untuk memimpin diri sendiri.” -Mas Redjo Kita tidak harus nyinyir, protes, apalagi untuk menyalahkan dan menghakimi orang lain. Pemimpin sejati itu adalah jalan ke luar dan solusi terbaik untuk menyelesaikan setiap permasalahan. Alangkah bijak, jika kita berani mengedepankan hati untuk refleksi diri. Apakah kita…
Tidak Demi Hasil, tapi Pemaknaan Hidup
“Melihat dengan mata itu realita. Tapi melihat dengan hati itu hikmat dan anugerah-Nya.” -Mas Redjo Karena Setan itu tidak mampu bersikap rendah hati, maka senjata itu yang harus kita gunakan untuk mengalahkannya. Berpikir jernih dengan hati yang bening itu yang saya lakukan agar tidak salah langkah, sehingga permalukan diri sendiri. Tapi dengan refleksi diri agar…
Stop… Berhenti di Kita!
“Kita bukan corong aib, melainkan corong kasih. Jadilah rendah hati dan bijaksana!” -Mas Redjo Hal-hal buruk dan negatif yang diterima itu tidak harus untuk dibagikan dan diteruskan kepada orang lain. Lebih bijak, stop! Berhenti di kita. Sekali lagi, yang harus diingat. Kita ini bukan corong aib atau penyebar dendam, kebencian, permusuhan, dan menghasut orang lain….







