“Semua orang ingin bahagia, tapi mereka yang berbahagia itu adalah hidup untuk memberi.” -Mas Redjo Coba amati dan resapi saat kita mampu berbagi pada orang lain. Dipastikan orang yang dibantu itu wajahnya sumringah dan bahagia. Hati kita pun langsung mengharu biru dan nyes. Hidup untuk memberi itu sederhana dan mudah. Faktanya tidak semua orang mau…
Kategori: MAS REDJO
Ibu, Engkau adalah Matahariku
Pandangan saya terhadap figur Ibu, banyak mendapat komentar dari teman. Salah satu komentarnya adalah, “Kita yang tidak mempunyai Ibu lagi berarti matahari itu juga ikut hilang, ya?”Saya terperangah dan merasa sangat prihatin dengan sudut pandangnya yang dangkal dan sempit itu. Kenapa? (Maaf) Ternyata sosok Ibu digambarkan begitu sederhana dan bagian dari pelintasan waktu serta mudah…
Perbuatan Baik itu Diberkati Tuhan
“Sangat bersyukur, karena merasa beruntung dan diberkati Tuhan. Dari tabungan uang koin itu, akhirnya saya mampu membeli rumah.” -Mas Redjo Saya sungguh tidak menyangka, tapi semua ini fakta. Perbuatan baik itu diberkati Tuhan, bahkan Dia memberi kita yang terbaik. Awalnya adalah musibah banjir di sekitar Ciledug, 2008. Rumah saya terendam banjir hingga sepinggang. Perabotan, barang…
Masa Tua itu Harus Disiapkan dengan Baik
“Jangan sia-siakan masa muda, karena hidup ini amat berharga.” -Mas Redjo Masa tua itu harus disiapkan dengan baik dan saksama agar kita tidak kecewa, nelangsa, dan menderita. Syarat utamanya adalah jangan berpikir bergantung pada anak, tapi kita berani mempercayakan diri untuk bergantung dan mengandalkan Tuhan. Tidak merepoti anak pula, tapi kita dituntut piawai mengelola hidup…
Aksi Nyata itu Spontanitas
“Mendidik diri sendiri untuk peduli dengan aksi nyata pada sesama, karena urip kuwi urup.” -Mas Redjo Tidak hanya salut dan respek, tapi saya bangga-sebangganya dengan aksi nyata kepedulian teman-teman alumi SMP. Tanpa dikomando, mereka cepat tanggap membantu rekan yang kesusahan, sakit, mengunjungi mantan Guru, dan bahkan berziarah kubur bagi rekan yang telah wafat. “Karena kami…
Berkarya untuk Bersyukur dan Menikmati Hidup
“Jika menulis sebagai nafas hidup, tetaplah bernafas dengan normal agar hidup kita tidak tersengal-sengal.” -Mas Redjo … Hidup untuk menulis itu profesi dan jalan takdir saya. Dengan menulis, saya memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani agar saya bahagia. Menulis yang tidak sekadar asal-asalan, tapi menulis dengan hati untuk dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Jika semula…
Jangan Lelah Untuk Mengasihi
“Niat untuk berbuat baik itu tidak cukup. Jika diwujudkan dengan hati itu anugerah Tuhan.” -Mas Redjo … Memperlakukan orang lain seperti pada diri sendiri. Hukum tabur tuai ini yang harus jadi nafas hidup umat beriman. Sederhana, tapi sulit untuk dijalani. Ketika kita berhenti diangan-angan dan niat baik semata. Kita merasa paham, tapi konyolnya malas dan…







