Seorang Guru Bijak tersenyum arif mendengar keluh kesah muridnya. Ia diam dan manggut-manggut, tapi tidak mengomentari, sehingga muridnya itu bertambah kesal. “Kenapa Guru diam?” “Diam itu menghargai. Menyimak itu untuk menyikapi. Membuka hati itu untuk memahami. Mengapa mesti reaktif, jika tidak ditanggapi atau tidak sepaham. Seharusnya kita belajar menerima walau ditolak dan dicaci; tidak perlu…
Kategori: MAS REDJO
Tetaplah Berbuat Baik
“Bukan tidak peduli, melainkan izinkan dia mengenali diri sendiri dan mandiri.” -Mas Redjo Jadi kau tidak peduli dengan teman yang sedang sakit dan diopname itu? Untuk kesekian kali pertanyaan itu menggedor pintu sadar hati ini membuat saya terhenyak ragu untuk menentukan sikap. Bagaimana tidak. Maksud saya memberi kail pada teman itu, AA agar tidak bergantung…
Melayani itu Komitmen Hati
“Tidak seorang pun bisa menolong diri sendiri, jika tidak membangun jembatan kebaikan itu dengan sesamanya.” -Mas Redjo … Ketika lahir dan mati, kita tidak bisa menolong diri sendiri. Kita membutuhkan bantuan orang lain. Sadar diri adalah kebijaksanaan. Hidup ini hanya sementara, ‘mung mampir ngombe’ agar tidak lupa srawung, karena tetangga adalah keluarga terdekat kita. Saya…
Bermakna, karena Dibangkitkan-Nya
“Dari tiada ke ada, lalu kembali ke tiada agar kita sadar diri. Hidup yang tidak dimaknai adalah kesia-siaan.” -Mas Redjo Yesus wafat membuka mata batin kita agar paham, bahwa hidup yang dimaknai itu berbuah pengharapan, karena kita dibangkitkan-Nya. Hidup dalam pengharapan adalah kredo iman untuk senantiasa sadar diri agar kita hidup dalam terang Tuhan! Tujuan…
Hidup Baru Menuju Kekudusan
“Terharu dan bersimpati dengan derita orang lain itu tidak cukup. Yang utama itu kepedulian kita untuk meringankan derita mereka, sekaligus untuk ringankan beban hidup sendiri.” -Mas Redjo… Nasihat agung Yesus pada banyak perempuan yang menangis dan meratapi-Nya, ketika IA memanggul salib ke Golgota itu menggedor jiwa, sekaligus menyadarkan saya. “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi…
Memberikan yang Terbaik dan Ikhlas
“Awali hari untuk memberikan yang terbaik dari diri sendiri dan ikhlas hati, karena Tuhan memberi kita senantiasa yang terbaik.” -Mas Redjo “Memberikan yang terbaik dari yang dimiliki, sebelum orang lain melakukan hal yang sama.” Nasihat bijak Mbah Singaredja itu mengajar saya untuk hidup prihatin. Meski tidur larut malam, tapi tetap bangun pagi agar rezeki kita…
Apakah Engkau Mengasihi Aku?
“Hidup adalah pertanyaan dan jawaban untuk dipahami: hidup bahagia adalah ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan.” -Mas Redjo Selalu bertanya pada diri sendiri sepanjang hidup untuk dijawab sendiri: “Apakah kita mengasihi Tuhan?” Pertanyaan itu sederhana, tapi sulit untuk menjawabnya, apalagi untuk dijabarkannya, dihidupi secara nyata dan gamblang agar mudah dipahami orang lain. Bagi saya pribadi,…







