Kategori: MAS REDJO

Peziarah Cinta

“Jatuh cinta itu biasa. Jadi luar biasa, ketika kita menghidupi cinta itu dengan semangat kerendahan hati.” – Mas Redjo… | Red-Joss.com | Astaga! Tiba-tiba saya tertarik dan ingin mengenal dekat Doi yang jadi pusat perhatian itu. Sorot mata Doi yang teduh itu menggelamkan jiwa. Senyumnya yang lembut itu amat...

Bangga Jadi Penulis

“Jadi penulis itu anugerah Allah, karena hidup ini adalah saluran belas kasih-Nya.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Jangan membanding-bandingkan, bahwa pedagang itu dinilai dari hasil materi yang dikumpulkannya. Sedang penulis itu dari hasil karya yang dibukukannya. Apa pun pilihannya, baik sebagai pedagang atau penulis, yang utama dan...

Hidup Ikhlas

“Tidak untuk melihat yang buruk, jelek, atau kesalahan orang lain. Tapi melihat yang baik untuk saling mengasihi itu membahagiakan jiwa.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Ketika kecil, saya terbiasa melihat Mbah Putri laku prihatin, berpuasa, dan tengah malam melafalkan doa. Ketika saya bertanya tujuan Mbah Putri menjalani...

Disyukuri dan Dinikmati

“Mudah bersyukur dan percaya, karena Tuhan selalu memberi kita yang terbaik.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Ainul yaqin, kredo dari Bapak itu saya amini dengan segenap hati dan jiwa. Ketika pagi itu saya berangkat ke kantor dengan mantab hati, meski istri was-was. Bahkan minta saya untuk tidak...

Titik Balik

“Pengalaman hidup dikasihi Tuhan Yesus adalah titik balik hidup saya untuk berubah jadi baik dan taat kepada-Nya.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Saya harus mengubur pengalaman pahit dan masa lalu itu, karena dikasihi dan disayang Tuhan. “Tuhan sudah bangkit, saya juga harus bangkit dari keterpurukan hidup.” Semangat...

Pelayan Kemanusiaan

“Bertolak ke tempat yang dalam. Untuk berjuang menghidupi jiwa pelayanan kasih seorang hamba kemanusiaan.” – Mas Redjo… | Red-Joss.com | Membaca, mendengar, dan melihat hidup Paus Fransiskus itu saya dituntut untuk lebih menyelam di kedalaman kasih seorang pelayan kemanusiaan. Dada ini langsung menyesak sakit. Saya harus muncul ke permukaan...

Topi Saya Blunder, kalau Tidak Blunder bukan Topi Saya

“Orang yang berbahagia itu mereka yang sadar diri untuk memaknai hidupnya.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Coba dicermati dengan bijak, buah itu dikenal dari pohonnya (Matius 12: 33). Pohon yang baik, dipastikan menghasilkan buah yang baik pula. Jika buahnya jelek? Saatnya kita refleksi dan sadar diri. Buah...

Murid yang Taat dan Setia

“Guru di sekolah itu ingat dengan murid yang pintar atau nakal. Tapi Guru Agung mengenal dekat murid yang rendah hati.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Begitu pula dengan kita. Jika ingin dikenal dan dekat Tuhan Yesus, kita harus miliki pribadi yang bersahaja dan rendah hati. Untuk jadi...

Mendengar dengan Hati, Menanggapi dengan Kasih

“Konflik itu tidak bakal meletus, ketika kita mendengarkan suara hati dan menanggapinya dengan kasih.” – Mas Redjo… | Red-Joss.com | Ketika mampu mendahulukan dan mengedepankan kasih, bahkan dalam sikon yang terburuk, berarti kita meminimalisasi, meniadakan, dan menjauhi konflik itu. “Jauh panggang dari api, karena hati yang mengasihi.” Seperti yang...

Peka Hati, Hidup untuk Mengasihi

“Buka hati. Mohon kerahiman Ilahi agar kita dimampukan untuk peka rohani. Hidup untuk mengasihi.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Peka rohani itu berproses. Untuk dilatih, komitmen, konsisten, dan dihidupi dengan semangat doa agar yang kita lakukan itu berkenan bagi Tuhan. Dengan peka rohani, sesungguhnya kita diajar untuk...

Sempatkan Silahturahmi

“Prihatin itu tidak cukup, tapi yang utama dan penting adalah tindakan kita itu nyata.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | “Seandainya dapat memendekkan jarak dan waktu, saya ingin sekali ada dan hadir untuk teman yang membutuhkan peneguhan itu,” pikir saya terenyuh mengetahui kabar, bahwa A mulai sakit-sakitan. Usaha...

Pilar Kasih

“Jika ingin membangun keluarga bahagia, jadilah penyangga rumah tangga dan pilar doa bagi keluarga.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Nasihat bijak itu memotivasi saya untuk dihidupi agar jadi nyata. Ibarat membangun rumah, saya harus jadi penyangga dan sekaligus pilar doa keluarga. Jadi penyangga keluarga, karena sebagai kepala...

Hati yang Peka, karena Peduli dan Mengasihi

“Hidup ini pilihan, tapi kita tidak bisa menolak panggilan-Nya. Kecuali untuk menjawab dengan takzim, “Berbicaralah, Tuhan, hamba-Mu mendengar.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Mendengarkan suara hati itu tidak mudah, tapi berproses. Dibutuhkan kepekaan, dan ikhlas membuka hati. Tapi, jika tidak hati-hati, kita dapat terperangkap rayuan si jahat...

Berasa Paham, tapi Tidak mau Melakukan

“Orang yang berprasangka buruk itu kuper dan tidak pernah piknik jauh. Ibarat katak dalam tempurung.” – Mas Redjo … | Red-Joss.com | Untuk yang kesekian kali saya gagal membuang prasangka buruk itu dari pikiran. Akibatnya, prasangka itu beranak pinak dan membuat saya jadi sensitif, curigaan, dan mudah uring-uringan. Beruntung,...

Bertahan di Tengah Badai

“Pusatkan pikiran. Jangan dilepas pegangan iman itu. Pertolongan-Nya segera datang.” – Mas Redjo … “Bapak senang, kau datang dan berterus terang, Le,” kata saya pada anak bungsu, CG yang mau cerita keadaannya. “Semua itu tergantung padamu dan keluargamu yang menjalani.” CG menarik nafas, mengiyakan. “Jika Babe jadi saya?” Saya...