Oleh : Mas Redjo | Red-Joss.com | Di suatu padepokan Antahbrantah, Guru Bijak sedang ngobrol dengan para cantrik. Obrolan mengalir lancar, dan sesekali ditimpali tawa. “Menurutmu, keheningan itu diperoleh di tempat sepi?” “Tidak selalu…” “Jadi?” “Tempat sepi hanya suatu sarana yang mendukung untuk menciptakan keheningan itu.” Guru Bijak tersenyum. Cantrik itu sumringah. “Apa yang didapat…
Kategori: MAS REDJO
Menolak Pikun
Oleh : Mas Redjo | Red-Joss.com | Tidak semudah itu. Hanya karena kita lupa, tidak ingat, atau pikun persoalan itu disudahi. Meski, konstruksi kejadian yang dibangun lemah bukti, tapi tidak berarti hal itu selesai, lalu dilupakan. Jangan pernah menyepelekannya. Lupa itu virus, bibit penyakit yang harus diwaspadai. Karena virus itu bisa menyerang siapa pun, baik…
Mata Hati untuk Mengasihi
Oleh : Mas Redjo | Red-Joss.com | Semula saya berpikir, jika rumah besar dan halamannya yang luas itu dibersihkan dan dirapikan tentu melelahkan sekali. Mengapa mereka tidak mempunyai tukang kebun atau pembantu? “Yang punya rumah itu pelit sekali,” komentar itu sering saya dengar dari tetangga kiri kanan. Bahkan ada juga yang mengatakan rumah itu berhantu….
Bangkit Untuk Menjadi Kuat dan Tangguh
Oleh : Mas Redjo | Red-Joss.com | “Karena Allah sangat mengasihimu, kau harus bangkit memperbaiki hidupmu agar kau menjadi kuat dan tangguh.” Menguatkan dan menyemangati itulah yang saya lakukan pada seorang keluarga dekat saya yang jatuh dan terpuruk. Ia eksekutif muda yang enerjik. Usianya 30 tahunan. Ia jatuh dan terpuruk, karena mengikuti gaya hidup: “Bendiarani,”…
Bahagia Tanpa Komplain
| Red-Joss.com | “Makin jauh dari komplain, hidup kita kian bahagia, Le.” Nasihat itu adalah jawaban Ibu, ketika saya menanyakan rahasia wajah ibu yang selalu sumringah, cerah, dan bahagia. Nasihat yang sederhana, tapi maknanya dalam. Jujur, sedari kecil hingga besar, dan bekerja, saya belum pernah sekali pun melihat Ibu dan Bapak cekcok atau berselisih. Bahkan…
Mari Bicara Dengan Hati
[Red-Joss.com] – Tidak harus berteriak atau bicara keras, jika kita berjauhan. Lebih baik kita mendekat. Sungguh asyik itu bicara pelan tapi jelas. Kita bicara dari hati ke hati. Tidak harus bicara ngotot atau bersitegang, jika tidak sependapat. Alangkah elok, jika kita bersikap arif bijaksana untuk mufakat. Tidak harus ngambek, berdiam diri, dan mutung. Karena semua…
Ketika Harus Memilih
| Red-Joss.com | Di saat dihadapkan untuk memilih itu tidak mudah, ketika kita banyak pertimbangan, dan bimbang. Sebaliknya, ketika kita berani untuk melepas ego dan prasangka, Allah memberikan yang baik. Karena kita percaya kasih karunia-Nya. Sesungguhnya, bertanya pada nurani sendiri itu resep jitu di saat saya alami kebimbangan untuk memilih dan memutuskan. Lebih istimewa lagi,…







