Kategori: FR.M. CHTISTOFORUS, BHK

Tuhan, Berikan Daku…

Oleh Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Di suatu senja hari, seorang pria sangat muda, energik, cerdas, dan terdidik sedang khusuk berdoa. Sambil termenung di bawah rerimbunan sebatang pohon beringin, kedua belah tangannya terkatup erat di dada, mata terpejam erat, sambil terisak-isak. “Tuhanku, berikan aku, segelas air, demi pemuas...

Apakah Hidup itu Absurd…

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Secara etimologis atau harafiah: absurd, absurditas, bermakna “kemustahilan atau tidak masuk akal.” Di dalam dunia ilmu kefilsafatan, sang Albert Camus, filsuf Perancis, yang hidup pada pertengahan abad XX, berpandangan, bahwa ‘hidup itu, sungguh sangat tidak bermakna, hidup itu absurd.’ Baginya, Allah itu...

Sanggupkah Menghimpun Kembali Air yang Tumpah

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Saudara, tulisan kecil ini saya turunkan, bertolak dari pengalaman nyata hidupku. Ternyata, sangat sering dalam hidupku, saya melakukan kesalahan, kelak baru menyesal. Semoga kisah unik dari negeri tirai bambu, Cina ini, dapat membuka cakrawala berpikir kita agar senantiasa bersikap arif di dalam...

Kekerasan Remaja, Potret Buram Keluarga

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Pola Asuh yang Salah Menjadi Kunci Utama.” Remaja adalah ‘buah cinta’ dari orangtuanya. Mereka adalah pribadi-pribadi yang kelak akan meneruskan garis keturunan keluarganya. Apa dan bagaimana pun, keluarga adalah sekolah pertama serta orangtua adalah pendidik utama dan pertama bagi sang remaja. Betapa...

Anda pun Sebutir Mutiara

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Berdasarkan ‘ketiga statemen bermakna’ di atas, hal ini menunjukkan, bahwa sang “mutiara” itu memang bernilai, karena keindahannya. Mengapa mutiara itu mahal dan berharga? Karena memang, dia bernilai keindahan yang memikat dan memukau. Saudaraku, ternyata sesuatu yang tampak indah serta bermakna itu, biasanya ia telah...

Kebaikanmu bagai Permata

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Kebaikanmu adalah sebuah ‘bahasa’ kasih yang dapat ‘dilihat’ si buta dan ‘didengar’ si tuli.” Konon, di sebuah kota sangat kecil, di saat seorang pensiunan kepala sekolah sedang berjalan santai, dia sempat berpapasan dengan seorang mantan muridnya yang baru saja ke luar dari...

Disintegrasi Positif

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Ember Bocor (EB) adalah ‘kisah pergumulan’ sang pria, berstatus pelayan pemikul air dari India. Dharma namanya. Setiap hari, ia dengan setia memikul air dari sungai ke rumah tuannya melewati jalan setapak dan lembah yang berkelok. Di bahunya, bergantung dua buah ember, di...

Telinga Sang Manusia

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Telinga atau kuping adalah organ tubuh pendeteksi/pengenal suara… Ada sejumlah ‘ideom /peri bahasa,’ yang menggunakan kata “telinga,” semisal, tipis telinga, tebal telinga, jadi mata telinga, masuk telinga kiri, ke luar telinga kanan, memberi telinga, memasang telinga, dan biar telinga rabit, asal dapat...

Ketukan pada Daun Pintu Terakhir

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Pertanyaan berikut ini, ternyata pernah diajukan. “Sesudah itu, lalu apa?” Ternyata, sudah ada seseorang yang pernah mencoba menjawab,“Lalu, … lalu..!” Akan ada ketukan pada daun pintu terakhir di dalam hidupmu. Hanya, entah kapan dan bilamana ketukan itu akan terdengar pada daun pintu...

Non Scholae, sed Vitae Discimus

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Kita belajar untuk hidup, tidak demi sekolah/ijazah.” Auguste Rodin, memahat sebuah patung, ‘the thinker’ sang pria yang duduk sambil bertopang dagu, simbol, ‘sang anak manusia sebagai makhluk yang berpiki’r. John Dewey, sang filsuf edukasi, asal Amerika, dasar pemikirannya, “long life education.” Konsepnya,...

Quo Vadis Pembangunan Remaja

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Lebih mudah mengalirkan sungai ke puncak gunung daripada menenteramkan hati remaja yang marah.”(Petuah agung seorang kaisar Jepang) Sang Proklamator kita, Ir. Soekarno pernah berujar, “berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan aku guncangkan dunia.” Remaja adalah harapan bangsa. Namun, jika hal pembangunan...

Manakah Keaslianmu

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Keaslian Sang Guru tidak pernah terkesan oleh ijazah dan gelar. Ia meneliti pribadi orang, bukan dari tanda tamat belajar. Sekali terdengar ia berkata, “Jika engkau punya telinga bisa mendengar burung berkicau, engkau tidak perlu melihat surat kepercayaannya.” (Anthony de Mello, SJ., Sejenak Bijak) …...

Katakan “Cukup” kepada Dirimu

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Jadilah seorang manusia sejati, dan bukan seekor burung beo.” “Kebahagiaan sejati itu, timbul dari dasar kedalaman sumur jiwamu!” Selaku sang manusia, kita sering terjebak di dalam kubangan lumpur ketidakberdayaan, karena sulit untuk menerima diri dan merasa “cukup” akan eksistensi diri. Eksesnya, kita...

Ambil Sarinya Buang Ampasnya

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Hanya anjing-anjing yang doyan berebutan tulang belulang.” Alkisah, sang Musafir berkata kepada sang murid, “Aku ini sudah menempuh perjalanan jauh untuk mendengar sang Guru, tetapi kurasa kata-katanya biasa-biasa saja.” “Jangan mendengar kata-katanya, tapi dengarkan pesannya.” “Bagaimana caranya?” “Camkanlah sepotong kalimat yang dikatakan...

Kehidupan Bertumbuh laksana Sebatang Pohon

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Hidup serta kehidupan sang manusia berasal dari kasih Sang Tuhan. Manusia hidup, bergerak, serta ada, melulu karena disirami rahmat serta kasih karunia Tuhan. Kehidupan seorang anak manusia, dapat penulis “analogikan” laksana pertumbuhan sebatang pohon. Jika sebatang pohon, bermula dari bibit / benih...