Biarkan Dia Pergi
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Biarkanlah orang-orangpergi sesuai keinginan nuraninya, dan janganlahsekali-kali engkaumenghalanginya.”(Didaktika Hidup Sadar) Itu Kebebasan Personal, Jangan Kebakaran Jenggot Hari-hari ini, di sini, di sudut nurani ini dan juga di sekitar kita, banyak orang sangat mudah untuk tersulut titik didih suhu emosinya, tatkala akhirnya seseorang berani untuk...
Religiositas Simbolik
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Bangsa Indonesiadikenal sebagaimasyarakat religius walautingkat korupsinyapun tinggi. Meski semuaajaran agamamenentang rasuah,nyatanya perilakukorupsi masih saja sulitdiberantas dan bahkanterus merajalela.”(M Zaid Wahyudi) Secara terpisah, sosiolog politik yang juga dosen Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Mahatma Yoga...
Tempus Gratia Est
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hidup adalah waktu.Hargai danbersyukurlah senantiasaatas rahmat sangwaktu.”(Didaktika Hidup Sadar) Hidup itu sebuah Anugerah Benar kata-kata kebijaksanaan, bahwa ‘hidup manusia adalah sebuah rahmat.’ Anugerah yang paling spesial dan indah. Dialog Interisan Ada pun tulisan imajinatif dan reflektif “Tempus Gratia Est”… Waktu adalah Rahmat. Untuk itu,...
Menumbuhkan Pengharapan
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Laksana rindunya hatipara penjagamenantikan sang fajar,nah demikian punrindunya hati manusiaakan datangnyasekeping pengharapan.”(Didaktika Hidup Sejati) Hanya Ada Pengharapan di Dada Tatkala seorang korban tragedi pecahnya sebuah kapal di laut lepas, yang akhirnya dapat diselamatkan, justru hanya dengan berpegang erat pada sebatang balok kayu, juga saat...
Lampu Hidup
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Mengapa lampu itutidak Anda nyalakan?”(Bunda Teresa) Cahaya Hidup yang Memancarkan Kasih Hidup yang bermakna adalah sebentuk hidup yang dipersembahkan kepada sesama. Itulah bentuk atau cara cara hidup yang total diabdikan demi menghidupi sesama. Mereka yang mampu mempersermbahkan diri, biasanya pelita hidupnya akan tetap bernyala....
Di Ujung Jemari-Mu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Di ujung jemarimu adarindu yang hendakkugapai, walau kutahu,bahwa tak selamanyasanggup kuraih.”(Nyanyian Rindu) “Laksana pungguk merindukan rembulan,” demikian peribahasa yang mendeskripsikan, bahwa tidak semua keinginan dan cita-cita itu dengan mudah akan diraih. Hidup itu Sebuah Anugerah Indah Sang Kebijaksanaan sejati telah mengabarkan kepada dunia, bahwa...
Wajahku Ada di Dalam
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Tatkala aku sempatmelihat ke dalam,ternyata wajahku punberada di dalam.”(Refleksi tentang Kesadaran) Lewat tulisan refleksi ini, kita diajak untuk turut mencermati dan memahami, “apa dampak serta risiko negatif dari sikap acuh tak acuh kita” di dalam sebuah komunitas? Wajahku pun Berada di Dalam Seorang aktivis...
Sang Manusia
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Sang manusia,siapakah engkau?”(Pertanyaan Abadi) Tiga Buah Pertanyaan Abadi Pertanyaan abadi itu yang sudah setua usia hidup manusia. Pertanyaan yang bersifat sangat spontan yang deras mengalir dari dasar lubuk jiwa suci manusia. Pertanyaan yang membuat manusia harus terjaga dari tidur panjangnya. Juga pertanyaan refleksi yang...
Sulitnya Mencabut Sebatang Pohon
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hidup ini merupakan sebuah ‘proses menjadi’yang biasanya diawalidari hal-hal kecil danselanjutnya dapatmembentuk sebuahkebiasaan.”(Didaktika Hidup Sadar) “Sehari selembar benang, lama-kelamaan dapat jadi sehelai kain,” demikian sebuah pepatah bangsa kita. Tentu kita pun tahu makna pepatah ini. Perintah untuk Mencabut Tanaman Seorang Guru tua membawa seorang...
Dua Buah Lukisan
(yang Kusam dan yang Abstrak)
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hiduplah seakan-akanAnda akan mati besok,tapi belajarlahseakan-akan Anda akanhidup selamanya”(Mahatma Gandhi) Tentang Hidup dan Kehidupan Kali ini kita akan merefleksikan tentang, bagaimana kita seharusnya hidup dalam arena kehidupan ini. Hidup ini ibarat sebuah ziarah yang diawali dari sebuah titik, lalu berproses, dan akhirnya akan berakhir...
Kaca Benggala
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hendaknya semuaorang selalu bersikapmawas diri.”(Filosofi Kaca Benggala) Agar tindakan sewenang-wenang tidak berulang, rupanya diperlukan kaca benggala (cermin besar). Suatu cermin yang dapat memperlihatkan wajah keseluruhan, terutama yang tidak terlihat, yaitu kekurangan dan kelemahan diri sendiri. Cermin yang menyadarkan untuk membersihkan diri sebelum menghakimi pihak...
Tuhan pun Terharu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Nak, besok ayahmuakan sembuh.”(Harapan yang Berbuah) Besok, Ayahmu Sembuh Seorang Bocah Jerman berusia enam (6) tahun siang dan malam terus meratap, karena Ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit (RS) akibat terkena peluru dalam Perang Dunia II. Tuhan pun ternyata turut merasa terharu mendengar...
Seutas Tali
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Apa manfat dari seutastali?” tanya Sang Guru.“Untuk menggantungdiri, jawab seorangmurid.”(Didaktika Hidup Sadar) Pertanyaan Sang Guru Di hadapan sejumlah muridnya, seorang Guru memperlihatkan seutas tali sambil mengajukan pertanyaan. “Para muridku, menurut pendapatmu, apa gunanya seutas tali ini?” Tampak para murid diam seketika. Ada juga yang...
Pesan Kearifan dari Dua Pria
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hai, Sang Arifin, di manakah engkau?” Kisah sangat menakjubkan darikedua pria bersahabat ini, semoga dapat menginspirasi kita. A sering sakit hati kepada B, sahabatnya, karena ia sering membicarakan kejelekan A. Suatu saat, A datang kepada B dan memintanya, agar B, langsung dan terbuka menyampaikan...
Palu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Palu dapatmenghancurkan kaca, tetapi sekaligus palu pundapat membentuk baja.”(Pepatah Kuno) Antara: Palu, Kaca, dan Baja Pernahkah di dalam perjuangan ini, Anda mendengar tuturan yang bermakna filosofis, sehubungan dengan sifat ‘kerapuhan kaca’ serta ‘kekokohan baja?’Semisal… Ada pun kebenaran dan harapan dari balik kedua tuturan filosofis...