Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK … | Red-Joss.com | Tulisan ini saya turunkan sebagai tanggapan miris penulis atas tulisan Budi Sartono S. Kepada Redaksi, Kompas, Rabu, 21/6/2023, berjudul Sarjana Koruptor. Sungguh luhur sikap Bapak Budi Sartono yang berani menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD pada acara Raker Persatuan Guru NU di Kabupaten Majalengka, Sabtu, 17/6/2023….
Kategori: FR.M. CHTISTOFORUS, BHK
Rekonsiliasi Bukan Sebuah Mimpi
Fr. M. Christoforus, BHK “Rekonsiliasi adalah sebuah tindakan dan bukan sebuah mimpi.”(Anonim) … | Red-Joss.com | Fakta historis peradaban umat manusia, tidaklah luput dari suatu kesalahan, kekeliruan, kesesatan atau pun keteledoran. ‘Errare humanum est’, kekeliruan adalah sifat khas manusia, kata orang Latin. Tulisan ini, terinspirasi oleh sebuah berita di harian Kompas, Rabu, 21/6/2023, kolom Politik…
Patung Pieta
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Bunda sejati adalah sang Bunda kerahiman.”(Anonim) … | Red-Joss.com | Pieta. Patung Pieta itu tidak asing lagi di mata serta telinga, saat kita memandang atau mendengar jika kata itu diucapkan. Sebuah patung nan indah, terkesan mistis, sarat unsur rohani, serta bernuansa devosional. Apa itu patung Pieta? Pieta, sebuah patung berbahan…
Misteri Gentongan Air
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Memberi adalah menerima dan menerima pun adalah memberi”(Anonim) … | Red-Joss.com | Saya pernah membaca sebuah buku tua, tapi lupa judulnya. Ternyata, ada daerah tertentu di Indonesia, yang memiliki tradisi “meletakkan gentongan air minum” di sudut rumah. Ada pun tujuan serta maksudnya, agar siapa saja yang lewat, gratis meminum air…
Sebatang Lilin di Gurun
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Laksana sebatang lilin di gurun, mungil namun memukau.”(Anonim) … | Red-Joss.com | Pada tahun 1971-72, saat saya masih berstatus sebagai siswa SMP Seminari di Flores, NTT saya teringat pada ucapan seorang misionaris Eropa, “Hari ini, kamu masih sebagai anak kecil. Jika nanti kamu sudah menjadi misionaris di mana pun, hendaknya…
Jangan Lupa Tertawa
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Tawa adalah sekeping mentari pencair kebekuan dari wajah sang manusia.”(Victor Hugo) … | Red-Joss.com | Tentang aksi ‘tertawa’. Ternyata, aksi murah meriah ini, jangan dianggap mudah. Tawa itu, ternyata sulit diekspresikan. Mengapa? Tertawa itu ekspresi yang jujur, spontan, dan tidak dibuat-buat. Sebaiknya, hindari untuk berani tertawa terkekeh-kekeh di depan orang…
Dengan Setangkai Pena
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Goreskan sepenggal sejarah hidupmu lewat ujung setangkai pena.”(Anonim) … | Red-Joss.com | Pena. Ya, setangkai mata pena, menyimbolkan seni berkreasi dalam bidang literasi, menulis. Sejenis alat tulis bertinta, entah berwarna merah, biru, kuning, pun hitam. Sang penulis, si juru tulis alias si koprol bambu, sang penyair, komponis, dan siapa pun,…







