“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata” (Mat 18: 15a).
Salah satu kesulitan, bahkan tantangan yang sering kali dijumpai dalam menjalin relasi dengan sesama ialah kurangnya komunikasi. Kita tidak mungkin mengenal seseorang dengan hanya mendengarkan kata A dan B tentang orang tersebut. Sekalipun berguna, itu tidaklah cukup.
Di zaman sekarang, yang lebih menekankan individualisme, juga memungkinkan seseorang tidak mempunyai kebiasaan untuk menjalin komunikasi dengan orang lain, bahkan dengan anggota keluarga yang seatap dengannya.
Sabda Tuhan mendorong kita untuk bertindak lain dari yang biasa kita lakukan, yakni menjalin komunikasi untuk menumbuhkan kasih persaudaraan.
Ketika seorang saudara melakukan dosa, kita bertanggung jawab untuk membawa dia kembali kepada kebenaran. Akan tetapi, dalam menegur perlu menyadari motivasi dan caranya. Motivasi untuk menegur ialah demi kebaikan orang itu, dan ini adalah kehendak Tuhan.
Jika motivasi untuk menegur adalah karena kemarahan, kejengkelan, atau menjatuhkan orang lain, maka hal ini tidak dibenarkan. Motivasi ini berkaitan dengan cara melakukannya, yaitu harus dengan penuh kasih dan kerendahan hati, bukan dengan kekerasan.
Sr. M. Hanna, P. Karm
Rabu, 13 Agustus 2025
Ul 34: 1-12 Mzm 66: 1-3.15-17 Mat 18: 15-20
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

