Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Setiap saat dan setiap waktu, Tuhan selalu ada bersama kita.”
(Suara Kebijaksanaan)
Keyakinan Semesta
Sudah jadi sebuah keyakinan umum yang bersifat universal, bahwa Tuhan, Sang Sumber serta Asal dan Tujuan hidup kita. Dialah Sang Maha Kekal itu. Artinya kehadiran dan keberadaan-Nya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Sang Penjaga Pantai
Di suatu pagi, seorang penjaga pantai marah besar, karena ia merasa ada orang yang telah melanggar hak-haknya selaku penjaga pantai.
Mengapa? Ia melihat di bentangan pasir pantai itu sudah ada bekas-bekas tapak kaki orang yang sudah melintasi pasir pantai itu tanpa sepengetahuan dirinya. Ia merasa, bahwa tindakan itu sudah sangat melecehkan harga dirinya.
Sambil marah-marah ia bertanya ke sana ke mari, “Siapakah yang telah berani melintasi pasir pantai itu tanpa sepengetahuan dirinya.” Namun, tidak seorang pun yang mengetahui.
Mimpi Penjaga Pantai
Dalam tidurnya ia bermimpi, bahwa dirinya sempat bertemu dengan Tuhan. Maka, diajukannya pertanyaan, “Tuhan, siapakah tadi pagi yang mendahului saya melintasi pasir pantai itu?”
“Akulah yang melintasi pasir pantai itu,” sahut Tuhan.
“Bukankah di setiap saat dan pada setiap waktu, Aku telah melintasi pasir pantai itu?”
“Tak tahukah engkau, selama ini?”
Mendengar jawaban itu, tertunduklah dia, karena merasa takut dan sangat malu.
Mengadu kepada sang Guru Bijaksana
Keesokan hari, pejaga pantai itu mendatangi seorang Guru bijaksana guna mengadukan mimpinya itu.
“Guru, saya mohon bantuan Tuan untuk memecahkan arti dan makna mimpi saya.”
“Baiklah sahabatku, katakanlah sejujurnya,” sahut Guru bijak itu.
“Aku telah bermimpi bertemu dengan Tuhan. Niatku ingin bertanya, siapakah orang yang telah mendahuluiku melintasi pasir pantai itu.”
“Tapi, Tuhan, …”
(Ia tak sanggup lagi untuk meneruskan kata-katanya).
“Itu langkah-langkah kaki-Ku. Dan bukankah setiap saat dan di setiap waktu, Aku selalu berada bersamamu?” Begitulah jawab Tuhan.
“Ya, benar. Memang begitulah yang terjadi di setiap saat. Tuhan hadir dan ada bersama kita,” sahut Guru bijak itu.
“Ingatlah sahabatku, apa pun yang telah kita lakukan, bahkan pikirkan dan rencanakan, Dia pun telah mengetahuinya.”
“Bukankah Dia adalah Sang Maha Mengetahui dan Maha Melihat?” lanjut Guru bijak itu.
Mendengar tuturan itu, tertunduklah penjaga pantai itu. Kini betapa ia merasa sangat malu.
(Anonim)
Siapakah si Penjaga Pantai Kehidupan itu?
Bukankah figur penjaga pantai kehidupan itu adalah kita? Dia adalah Anda dan saya. Dia adalah kita yang sangat haus akan kuasa dan kewibawaan semu. Saking angkuhnya, kita berani untuk menelantarkan dan melupakan kehadiran Tuhan di dalam kehidupan kita.
Padahal di sisi lain, kita ini hanyalah hamba yang tak berguna. Kita hanyalah setitik hitam dari debu dan abu tanah.
Refleksi
- Jadi sesungguhnya, siapakah penjaga pasir pantai kehidupan kita?
- Dialah Tuhan, Sang Sumber Asal dan Tujuan hidup manusia.
Kediri, 3 Desember 2025

