Mengosongan diri (kenosis) Kristus yang diungkapkan dalam Kidung Filipi sangat menyentuh hati kita. Pengosongan diri total dari kemuliaan yang setara dengan Allah sampai pada salib, wafat sebagai seorang yang menerima hukuman paling keji.
Keutamaan pengosongan diri ini membuat Kristus dengan sukarela meninggalkan “kemuliaan-kemapanan-Nya” dan taat, bahkan sampai wafat di salib. Dengan sama seperti manusia, kecuali dalam hal dosa, Kristus mengajarkan kepada kita, bagaimana seharusnya kita hidup berkenan di hadapan Allah.
Pengosongan diri Yesus ini hendaknya juga jadi teladan kerendahan hati bagi kita.
Faktanya, kadang kita jatuh dalam kesombongan, karena status, kekayaan, pangkat-jabatan, atau karena keahlian dan kemampuan kita. Kita ingin dihormati, diistimewakan, dan merasa berhak atas banyak hal. Kita merasa direndahkan, ketika orang lain tidak memperlakukan kita sesuai dengan yang kita banggakan. Musuh pengosongan diri bukanlah penghargaan dari orang lain, melainkan kesombongan dalam diri kita sendiri.
Keutamaan kerendahan hati ini dapat dipelajari dalam keluarga melalui hal-hal yang sederhana, baik dalam kesederhanaan hidup, kerja tangan dan saling membantu dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari, serta membaur bersama dengan saudara-saudari dan tetangga kita.
“Ya, Bapa, Putra-Mu Yang Agung telah memberikan teladan pengosongan diri. Semoga kami, sebagai murid-Nya, mau mengikuti teladan pengosongan diri-Nya. Amin.”
…
Ziarah Batin

