Bapak Uskup menugaskan seorang Imamnya untuk memimpin sebuah Paroki yang sedang bermasalah. Pembangunan gedung Gereja baru setengah jalan, Pastor Parokinya jatuh sakit dan harus pindah dari Paroki. Masalah pengelolaan keuangan Paroki yang tidak bertanggung jawab, sehingga terdapat defisit yang besar. Konflik di antara umat juga terjadi selama kepemimpinan Pastor Paroki yang lama, yang tampaknya makin serius.
Uskup menugaskan Pastor Paroki yang baru dengan satu pesan utama, yaitu menyelesaikan semua persoalan itu sampai tuntas. Ia dilarang untuk membuat inisiatif-inisiatif baru, kecuali yang berkaitan dengan penyelesaian pembangunan gedung Gereja, keuangan Paroki, dan konflik di antara umat. Ia sangat diharapkan dapat melakukannya. Singkatnya, ia harus menggenapi dan mengisi semua kekurangan yang ada dan tidak membiarkan itu berlarut-larut.
Penggenapan atau pemenuhan yang kurang merupakan kebutuhan. Hal ini bukan hanya sebagai pekerjaan kita manusia, tapi juga pekerjaan Tuhan. Penggenapan itu bukan untuk membuat Tuhan jadi lebih baik atau sempurna, melainkan untuk kesempurnaan kita manusia. Penggenapan merupakan pekerjaan yang pertama-tama dilakukan oleh Tuhan.
Terhadap semua kekurangan dan kekosongan di dalam hidup manusia, Tuhan mengambil langkah untuk melakukan penggenapan. Apa yang dibuat Tuhan, ditetapkan untuk dilakukan juga oleh kita manusia. Kalau Tuhan menciptakan, maka kita manusia menciptakan kembali. Kalau Tuhan sudah membuka jalan, maka kita manusia memperpanjang, melebarkan, dan mewujudkan sampai tujuannya tercapai. Tuhan memanggil dan manusia menjawab demi menunaikan tugas atas panggilan dan kepercayaan Tuhan.
Tuhan Allah menggenapi rencana keselamatan-Nya dengan memanggil Abram, dan sebagai tanggapannya, Abram memenuhi panggilan itu. Santo Paulus menulis kepada anak didiknya Timotius, bahwa kedatangan Juru Selamat Yesus Kristus dan dengan Injil-Nya telah menghilangkan maut, dan mendatangkan hidup yang tidak bisa binasa. Yesus Kristus yang tampil dalam kemuliaan-Nya di gunung Tabor, mengungkapkan tindakan penggenapan atas hukum yang disampaikan dahulu melalui Musa dan ajaran-ajaran yang disampaikan Elia.
Pesan Tuhan tentang penggenapan ditujukan kepada kita masing-masing. Kita memiliki tanggung jawab untuk menggenapi yang kurang atau kosong di dalam hidup dan keadaan kita, baik jasmani maupun rohani.
“Ya, Tuhan, semoga dengan perayaan hari ini kami makin kuat dalam komitmen untuk menggenapi yang kurang dan kosong di dalam hidup kami. Amin.
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

