Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Satu-satunya cara Tuhan dapat menunjukkan kepada kita, bahwa Dia yang mengendalikan adalah dengan menempatkan kita dalam situasi yang tidak kita kendalikan.”
(Didaktika Hidup Kristiani)
…
“Penggaris Kehidupan,” adalah judul dalam makna dan konteks filosofis serta reflektif.
Makan Denotatif dan Filosofis
Secara denotatif kata penggaris adalah sejenis alat bantu yang berfungsi untuk meluruskan sebuah garis.
Namun dalam konteks filosofis di dalam tulisan ini, penggaris adalah seperangkat aturan dan kompas dalam menjalani kehidupan ini.
Jadi, penggaris dalam konteks ini, bermakna sebagai sarana filosofis yang jadi pedoman dan aturan-aturan hidup bagi manusia.
Rambu-rambu Hidup
Dalam proses dan dinamika hidup ini, kita seharusnya setia untuk mengikuti rambu-rambu yang adalah penggaris hidup kita. Karena penggaris itu adalah simbol dari garis kehidupan yang wajib kita jalani sesuai petunjuk dan nilai-nilai yang telah diwariskan kepada kita.
Hendaknya kita dalam menjalani kehidupan ini perlu disesuaikan dengan jalur dan arah yang benar.
Mari kita pedomani fungsi-fungsi penggaris itu dalam hidup.
- Penggaris adalah ‘patokan hidup’ bagi generasi ke generasi. Hendaknya kita memegang teguh pedoman dan arah hidup kita.
- Penggaris adalah ‘petunjuk dan perintah Tuhan.’ Jika itu adalah perintah Tuhan, kita wajib menjalani aneka petunjuk itu agar kita dapat selamat.
- Penggaris adalah sarana ‘motivasi dan komitmen’ agar kita termotivasi untuk tetap teguh berkomitmen sesuai petunjuk.
- Bahkan para ‘orangtua, guru, dan pemimpin’ itu adalah penggaris hidup kita. Karena bukankah mereka telah mendidik, menuntun, dan membimbing kita sesuai pedoman kehidupan ini?
Konklusi
Ya, Sang Penunjuk Abadi dan Sang Jalan Hidup serta Kehidupan, bimbing dan tuntunlah kami sesuai perintah dan petunjuk suci-Mu!
“Ego sum Via, Vita, et Veritas“
(Yesus Kristus)
…
Kediri,ย 14ย Oktoberย 2024

