“Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia, jikalau ia menyesal, ampunilah dia” (Luk 17: 3).
Buah pertama dari pengampunan adalah damai, baik rasa damai di dalam hati maupun rasa damai di sekitar kita.
“Damai adalah hal pertama yang dinyanyikan para Malaikat. Damai adalah tanda anak-anak Tuhan. Kedamaian adalah perawat cinta. Damai adalah ibu dari persatuan. Damai adalah jiwa-jiwa yang diberkati. Kedamaian adalah tempat tinggal kekekalan,” kata Santo Leo Agung.
Kedamaian seperti inilah yang diperoleh melalui pengampunan, khususnya kepada mereka yang telah berbuat salah kepada kita.
Santo Leo Agung, seorang Pujangga Gereja, yang adalah seorang pembela iman Katolik dari bidaah-bidaah yang menyesatkan, tapi juga menerima mereka yang menyesal dan ingin kembali ke pelukan Gereja Katolik. Ia memberikan teladan kepada kita untuk mengampuni dan menerima mereka yang bersalah dan berdosa itu.
Demikian juga kita para murid Kristus diajak untuk mengampuni mereka yang berdosa terhadap kita dan mendoakan orang itu agar mengalami kasih Allah, sehingga kita sebagai murid Kristus yang membawa hidup damai dan sukacita itu makin memperluas Kerajaan Allah.
Sr. Michelle Marie, P. Karm
Senin, 10 November 2025
Keb 1: 1-7 Mzm 139: 1-10 Luk 17: 1-6
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

