“Hidup ini ungkapan syukur agar kita senantiasa bersukacita. Tapi penderitaan itu sumbernya dari keegoisan sendiri.” -Mas Redjo
…
Sesungguhnya orang yang percaya dan mengimani Tuhan diajak untuk bersukacita dan bersyukur, meski dalam sikon yang berat dan sulit (1 Tes 5: 18).
Tuhan senantiasa menyertai kita, bahkan hingga akhir zaman (Mat 28: 20). Penyertaan-Nya adalah api cinta agar hidup kita berguna bagi sesama.
Bagi saya, penyertaan Tuhan itu anugerah yang luar biasa agar saya berani memberikan yang terbaik dari hidup ini yang adalah saluran berkat-Nya.
Belajar dari pengalaman, ketika saya dihadapkan pada suatu peristiwa atau sikon yang berat dan sulit.
Mengandalkan kemampuan sendiri dengan mengandalkan Tuhan itu hasilnya bagai bumi dan langit.
Ketika mengandalkan diri sendiri, persoalan itu terasa makin berat menghimpit membuat saya cepat lelah, stres, dan menderita.
Sebaliknya dengan berserah ikhlas dan mengandalkan Tuhan, beban hidup ini serasa diringankan dan hasilnya membuat saya takjub pada-Nya.
Tidak hanya itu, ketika merendah di hadirat-Nya dan ikhlas, awalnya tampak peristiwa pahit dan pedih, tapi hasil akhirnya berubah semanis madu. Bahkan di luar akal sehat ini!
Mata hati saya dibuka-Nya. Saya sadar-sesadarnya, sejatinya hidup yang berbeban berat dan menderita itu sumbernya dari pikiran dan ego sendiri.
Sebaliknya, dengan menyertakan dan mengandalkan Tuhan, apa pun persoalan dan beban hidup ini jadi dimudahkan dan diringankan. Hidup berlimpah sukacita.
Percaya dan imani Tuhan, karena Ia senantiasa memberi kita yang terbaik.
Terpujilah Tuhan.
…
Mas Redjo

